Notification

×

Iklan

Pemprov Sumbar Minta Dukungan Kemensos untuk Aplikasi SAPILIN

Senin, 28 September 2026 | 09:49 WIB Last Updated 2026-09-28T02:49:00Z

Yuswandi dan Direktur Jenderal (Dirjen) Linjamsos Kemensos, Agus Zainal Arifin. 

Jakarta, Rakyatterkini.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memperkuat langkah kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana dengan meningkatkan sarana dan prasarana penanggulangan bencana. 

Salah satu upaya yang dilakukan yakni meminta dukungan Kementerian Sosial (Kemensos) dalam penyempurnaan sistem data kebencanaan yang terintegrasi.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumbar, Arry Yuswandi, saat melakukan koordinasi dan konsultasi dengan Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kemensos, Kamis (24/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Arry bersama rombongan diterima Direktur Jenderal Linjamsos Agus Zainal Arifin serta sejumlah anggota Tim Pokja di lingkungan Ditjen Linjamsos. Pertemuan membahas berbagai aspek terkait kesiapsiagaan dan penanganan bencana di Sumbar.

Arry mengatakan, Pemprov Sumbar sekaligus mengusulkan dukungan Kemensos untuk mengembangkan dan menyempurnakan aplikasi Sistem Penanggulangan Bencana Terintegrasi yang disingkat SAPILIN.

"Kami berkoordinasi dan berkonsultasi mengenai kesiapsiagaan serta penanggulangan bencana. Dalam kesempatan ini, kami juga mengajukan dukungan untuk penyempurnaan aplikasi SAPILIN," ujar Arry didampingi pejabat Dinas Sosial dan BPBD Sumbar.

Menurutnya, Sumbar memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi karena berbagai jenis bencana berpotensi terjadi di wilayah tersebut. Kondisi ini membuat keberadaan data kebencanaan yang akurat dan terintegrasi menjadi kebutuhan penting dalam mendukung upaya mitigasi maupun penanganan bencana.

Saat ini, Pemprov Sumbar telah memiliki dashboard yang memuat data kebencanaan secara terintegrasi. Namun, sistem tersebut dinilai masih perlu dikembangkan lebih lanjut melalui aplikasi SAPILIN agar pengelolaan data dapat semakin optimal.

"Karena itu, kami membutuhkan dukungan Kemensos secara berkelanjutan untuk berbagai program dan kegiatan yang berkaitan dengan kesiapsiagaan serta penanggulangan bencana," katanya.

Arry menjelaskan, bentuk dukungan yang diharapkan antara lain terkait penanganan pengungsi dan pemenuhan kebutuhan dasar, pembentukan serta penguatan Kampung Siaga Bencana (KSB), hingga penyediaan, pengelolaan dan distribusi logistik kebencanaan.

Selain itu, Pemprov Sumbar juga berharap adanya dukungan dalam peningkatan kapasitas Taruna Siaga Bencana (Tagana), bantuan uang duka bagi keluarga yang terdampak bencana, serta bantuan untuk menunjang pemulihan ekonomi keluarga pascabencana.

Dalam pertemuan itu, Dirjen Linjamsos Agus Zainal Arifin menekankan pentingnya peta kawasan rawan bencana sebagai salah satu dasar dalam perencanaan pembangunan.

"Setelah kami menyampaikan berbagai hal tersebut, bapak Dirjen Linjamsos menyampaikan bahwa peta kerawanan bencana sangat penting. Perencanaan pembangunan juga harus mempertimbangkan lokasi yang aman dari ancaman bencana atau zona hijau," tutur Arry.

Ia menambahkan, Kemensos menyatakan dukungan dan komitmen untuk membantu upaya penanggulangan bencana di Sumbar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

Kemensos juga membuka peluang kerja sama melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update