Solok, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota Solok mengusulkan agar pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026 ditunda. Usulan tersebut disampaikan menyusul bencana banjir bandang atau galodo yang melanda Kabupaten Solok.
Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra menyampaikan permintaan itu melalui surat bernomor B/000/48/DISPORA-2026 tertanggal 26 September 2026. Surat tersebut ditujukan kepada Gubernur Sumatera Barat.
Dalam surat itu dijelaskan bahwa persiapan pembukaan Porprov Sumbar 2026 yang akan dirangkai dengan kegiatan Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) 2026 di Kota Solok sebenarnya telah memasuki tahap akhir.
Berbagai unsur telah dilibatkan dalam persiapan, mulai dari pemerintah dan masyarakat Kota Solok hingga 14 nagari di Kabupaten Solok. Para pelajar, atlet, serta masyarakat yang dijadwalkan tampil dalam pembukaan juga telah mempersiapkan diri.
Selain itu, talenta pendukung, artis nasional dan daerah, pelaku UMKM dari Kota Solok maupun kabupaten/kota lain di Sumatera Barat, serta sponsor telah disiapkan. Konsep dan rangkaian acara pun telah dibahas bersama Panitia Besar KONI Sumbar.
Namun, situasi berubah setelah banjir bandang atau galodo menerjang kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Solok pada 21 September 2026.
Bencana tersebut berdampak terhadap berbagai aktivitas masyarakat dan pemerintahan. Bahkan, sebagian layanan pemerintahan Kabupaten Solok ikut terganggu hingga pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat selama dua pekan.
“Sebagai bagian dari Entitas Solok, maka masyarakat Kota Solok juga merasakan duka dan memberikan empati terhadap musibah tersebut,” ujar Ramadhani dalam surat tersebut.
Kondisi itu kemudian mendorong masyarakat Kota Solok menyampaikan aspirasi agar pelaksanaan RSBG yang dijadwalkan bersamaan dengan pembukaan Porprov turut ditunda.
Aspirasi serupa datang dari 14 nagari yang sebelumnya dijadwalkan ikut ambil bagian dalam rangkaian acara. Mereka bahkan menyatakan akan menarik diri apabila kegiatan tetap dilaksanakan sesuai jadwal semula karena masyarakat masih berada dalam suasana berduka akibat bencana.
Atas kondisi tersebut, Pemko Solok meminta dampak bencana galodo Kayu Aro menjadi bahan pertimbangan Gubernur Sumatera Barat dan KONI Sumbar dalam menentukan jadwal pembukaan Porprov.
Pemko Solok juga menyampaikan alternatif apabila pembukaan Porprov tetap digelar pada 2 Oktober 2026 namun lokasinya dipindahkan ke daerah lain.
“Jika Pembukaan Porprov tetap dilaksanakan pada tanggal 2 Oktober 2026 dan dipindahkan ke tempat atau daerah lain, kami bermohon properti yang telah disiapkan dapat tetap dipakai,” demikian isi surat tersebut.
Sebaliknya, apabila pembukaan Porprov diputuskan untuk ditunda, Pemko Solok memastikan kesiapannya kembali menjadi tuan rumah. Pelaksanaan pembukaan tersebut nantinya akan digabungkan dengan RSBG 2026.
Pemko Solok mengusulkan jadwal pengganti pada pekan keempat Oktober atau pekan pertama November 2026.(da*)


