Notification

×

Iklan

Pemerintah Siapkan Rp17 Triliun untuk Ekosistem Peternakan

Sabtu, 26 September 2026 | 19:48 WIB Last Updated 2026-09-26T12:48:00Z

Rp17 Triliun Disiapkan Bangun Ekosistem Peternakan

Jakarta, Rakyatterkini.com – Pemerintah mulai mengubah pola pengembangan sektor peternakan. Tidak hanya mengejar peningkatan produksi ayam, telur, dan susu, pemerintah kini mendorong terbentuknya ekosistem peternakan yang terintegrasi mulai dari penyediaan bahan baku hingga proses produksi dan distribusi.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp17 triliun untuk membangun ekosistem peternakan di sejumlah daerah. Investasi tersebut ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menciptakan sistem produksi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Sebagai tahap awal, pembangunan dilakukan di lima wilayah, yakni Lampung, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Gorontalo. Untuk tahap pertama tersebut, pemerintah menyiapkan dana sekitar Rp2,2 triliun.

Konsep yang dikembangkan tidak sebatas membangun kandang atau meningkatkan jumlah ternak. Sejumlah fasilitas penunjang juga akan disiapkan, termasuk pabrik pakan dan fasilitas produksi DOC (day old chicken). Dengan demikian, kebutuhan utama dalam proses produksi diharapkan dapat dipenuhi dari kawasan tersebut.

“Lima pabrik pakan, DOC dan seterusnya itu selesai tahun depan. Insyaallah lima ini diresmikan tahun depan,” ujar Amran saat melakukan kunjungan kerja di Bone, Sulawesi Selatan, sebagaimana dikutip Sabtu (26/9/2026).

Bone menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam program pengembangan tersebut. Kawasan peternakan di daerah itu disiapkan di lahan sekitar 150 hektare. Pemerintah menargetkan pembangunan lima kawasan pada tahap awal dapat diselesaikan pada 2027.

Pengembangan dengan pola terintegrasi dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi. Pasalnya, biaya produksi tidak hanya dipengaruhi oleh hasil akhir peternakan, tetapi juga oleh ketersediaan pakan, bibit, distribusi hingga pengolahan. Kendala pada salah satu rantai tersebut berpotensi meningkatkan biaya pada tahapan berikutnya.

Amran mengatakan berbagai dukungan, termasuk dari sisi anggaran dan administrasi, telah disiapkan untuk mempercepat pelaksanaan proyek di lapangan.

Dengan total investasi sekitar Rp17 triliun, pembangunan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan kawasan peternakan baru. Pemerintah juga perlu memastikan seluruh ekosistem yang dibangun mampu menjaga ketersediaan pasokan secara stabil, meningkatkan efisiensi, serta mendukung keberlanjutan pemenuhan kebutuhan pangan nasional.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update