Notification

×

Iklan

Pasar Amor Masuk Rencana Tol Sicincin-Bukittinggi

Senin, 21 September 2026 | 19:55 WIB Last Updated 2026-09-21T12:55:00Z

Kawasan Pasar Amor di Nagari Batu Palano, Kecamatan Sungai Pua

Agam, Rakyatterkini.com — Kawasan Pasar Amor di Nagari Batu Palano, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, kembali menjadi sorotan setelah pemerintah merencanakan kawasan tersebut sebagai salah satu titik akses Tol Sicincin–Bukittinggi.

Pasar yang juga dikenal dengan nama Pasar Amur itu memiliki sejarah cukup panjang. Dibangun pada 2002 saat Aristo Munandar menjabat sebagai Bupati Agam, pasar tersebut awalnya dirancang sebagai pusat aktivitas perdagangan sekaligus sarana untuk mendorong perekonomian masyarakat.

Peresmian pasar dilakukan oleh Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah ketika itu, Alimarwan Hanan.

Secara lokasi, Pasar Amor memiliki posisi yang strategis karena berada di sekitar jalur Padang–Bukittinggi. Kawasan ini memiliki luas sekitar 4,5 hingga 5 hektare dengan ratusan kios dan lapak yang disiapkan untuk aktivitas perdagangan.

Akan tetapi, perkembangan pasar tidak berlangsung seperti yang diharapkan. Aktivitas jual beli perlahan menurun sehingga pedagang dan konsumen tidak lagi bertahan. Dalam perkembangannya, kawasan tersebut akhirnya ditinggalkan dan tidak lagi berfungsi sebagai pusat perdagangan.

Bangunan pasar yang semula diharapkan menjadi penggerak ekonomi pun terbengkalai selama bertahun-tahun. Sebagian bangunan mengalami kerusakan, sementara area di sekitarnya mulai dipenuhi semak dan tumbuhan liar.

Upaya untuk menghidupkan kembali Pasar Amor sebenarnya pernah muncul. Pada 2022, kawasan tersebut kembali diwacanakan untuk menampung pedagang yang beraktivitas di sepanjang jalan Padang Lua dan Koto Baru.

Gagasan itu antara lain dikaitkan dengan upaya mengurangi aktivitas perdagangan di pinggir jalan yang selama ini turut memengaruhi kelancaran lalu lintas. Selain itu, Pasar Amor sempat dirancang untuk dikembangkan sebagai kawasan perdagangan produk ekonomi kreatif, kuliner, hasil pertanian serta lokasi yang mendukung sektor pariwisata.

Namun, berbagai wacana tersebut belum membuat kawasan pasar kembali berfungsi secara optimal.

Diproyeksikan Jadi Exit Tol

Kini, Pasar Amor memasuki fase baru. Dalam perencanaan terbaru pembangunan Tol Sicincin–Bukittinggi, kawasan tersebut disiapkan sebagai lokasi exit tol.

Rencana itu berkaitan dengan perubahan trase tol yang tidak lagi diarahkan melewati kawasan Kubang Putih. Dari exit tol di sekitar Pasar Amor, pemerintah juga merencanakan pembangunan akses non-tol berupa bypass menuju Simpang Taluak.

Jalur bypass tersebut diperkirakan memiliki panjang sekitar 6,5 kilometer. Kehadirannya diharapkan dapat menjadi jalur alternatif bagi kendaraan yang keluar dari tol sehingga arus lalu lintas tidak seluruhnya mengarah ke Padang Luar.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade sebelumnya menyampaikan bahwa kawasan Pasar Amor menjadi bagian dari perencanaan exit tol tersebut. Sementara akses bypass direncanakan mengarah ke Simpang Taluak.

Rencana pembangunan infrastruktur ini kembali menempatkan Pasar Amor pada posisi strategis. Kawasan yang sebelumnya dibangun sebagai pusat perdagangan dan kemudian lama terbengkalai, kini diproyeksikan menjadi bagian dari jaringan konektivitas baru menuju Bukittinggi.

Masyarakat Juga Punya Rencana Bangun Universitas

Perubahan rencana pemanfaatan kawasan Pasar Amor tidak hanya berkaitan dengan pembangunan jalan tol.

Masyarakat Nagari Batu Palano sebelumnya telah memiliki gagasan sendiri untuk memanfaatkan lahan eks pasar tersebut. Salah satunya adalah membangun perguruan tinggi.

Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Batu Palano, Editiawarman, mengatakan masyarakat adat telah menyepakati pemanfaatan sekitar lima hektare eks lahan Pasar Amor untuk pembangunan universitas sejak kurang lebih dua tahun lalu.

Menurutnya, kesepakatan tersebut merupakan hasil pembahasan masyarakat Nagari Batu Palano dan telah mendapat dukungan dari pemerintah daerah.

“Kalau Kerapatan Adat Nagari telah sepakat dua tahun yang lewat, kami dari anak nagari Batu Palano bersepakat akan membangun universitas di eks tanah Pasar Amor, yang ukurannya lima hektare. Bupati mendukung,” katanya.

Dengan munculnya rencana exit tol, rencana pembangunan universitas tersebut kini menghadapi konteks baru. Masyarakat adat pun meminta adanya penjelasan lebih detail mengenai pembagian fungsi kawasan, termasuk posisi exit tol, jalur bypass serta rencana pemanfaatan lahan eks Pasar Amor.

Editiawarman juga berharap sosialisasi pembangunan dilakukan secara menyeluruh hingga tingkat nagari dan jorong. Hal itu dinilai penting agar masyarakat memperoleh informasi yang sama terkait trase pembangunan maupun dampaknya terhadap wilayah setempat.

Sosialisasi mengenai trase terbaru dan rencana akses exit tol telah dilakukan bersama masyarakat serta ninik mamak di kawasan Sungai Pua pada 17 September 2026.

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat meminta agar informasi pembangunan tidak hanya disampaikan melalui gambar atau peta trase. Penjelasan juga diharapkan diberikan secara langsung hingga tingkat nagari dan jorong agar masyarakat memahami rencana pembangunan secara utuh.

Kini, Pasar Amor kembali memasuki babak baru dalam perjalanan panjangnya.

Kawasan yang dibangun pada 2002 sebagai pusat perdagangan masyarakat itu sempat kehilangan fungsi setelah aktivitas ekonomi tidak berkembang. Setelah bertahun-tahun terbengkalai, kawasan tersebut kini kembali masuk dalam rencana pembangunan infrastruktur strategis.

Jika rencana Tol Sicincin–Bukittinggi dan akses pendukungnya terealisasi, Pasar Amor berpotensi berubah menjadi salah satu titik penting dalam sistem konektivitas menuju Bukittinggi.

Di sisi lain, kawasan tersebut juga masih menyimpan rencana masyarakat untuk pembangunan perguruan tinggi. Dua rencana tersebut membuat masa depan eks Pasar Amor berpotensi memiliki wajah yang jauh berbeda dibandingkan kondisi kawasan selama bertahun-tahun terakhir.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update