Notification

×

Iklan

Museum Bing Slamet Resmi Dibuka di Jakarta

Senin, 28 September 2026 | 11:46 WIB Last Updated 2026-09-28T04:46:00Z

Peresmian Museum Bing Slamet di Jalan Arimbi No. 7, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat

Jakarta, Rakyatterkini.com — Museum Bing Slamet yang berlokasi di Jalan Arimbi No. 7, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, resmi dibuka untuk umum. Peresmian yang berlangsung pada Minggu (27/9/2026) tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga jejak sejarah dan karya salah satu seniman multitalenta Indonesia.

Mengangkat tema “Mengenang Karya dan Warisan Bing Slamet Untuk Indonesia”, museum tersebut diresmikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon bertepatan dengan peringatan Hari Komedi Nasional yang jatuh setiap 27 September.

Anggota DPD RI/MPR RI dari daerah pemilihan DKI Jakarta, Achmad Azran, menyambut positif kehadiran Museum Bing Slamet. Menurutnya, museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga dapat menjadi media untuk mengenalkan nilai dan karya tokoh terdahulu kepada generasi masa kini.

“Bing Slamet bukan hanya dikenal sebagai pelawak. Beliau merupakan seniman serba bisa yang berkarya di bidang musik, lawak, film dan berbagai cabang seni. Museum ini penting supaya generasi muda tidak berhenti pada mengenal namanya, tetapi juga memahami perjalanan serta karya-karyanya,” kata Azran.

Ia menambahkan, museum tersebut memiliki arti penting di tengah perkembangan industri hiburan yang semakin cepat. Menurutnya, rekam jejak para maestro perlu dijaga agar generasi mendatang mengetahui bahwa perkembangan kebudayaan Indonesia dibentuk melalui perjalanan panjang dan kontribusi para seniman dari berbagai generasi.

Azran mengatakan Museum Bing Slamet dapat menjadi penghubung antargenerasi. Menurut dia, pengunjung, khususnya anak muda, dapat belajar mengenai kreativitas, ketekunan dan keberanian berkarya melalui perjalanan hidup sang maestro.

Bing Slamet dikenal luas sebagai penyanyi, musisi, pencipta lagu, komedian sekaligus aktor. Kariernya berlangsung sejak masa sebelum Indonesia merdeka hingga era 1970-an. Kiprahnya tidak hanya terlihat di panggung musik dan lawak, tetapi juga melalui radio serta perfilman nasional.

Dalam perjalanan kariernya, Bing Slamet pernah tergabung dalam Trio Los Gilos dan Kwartet Jaya bersama Ateng, Iskak dan Eddy Sud. Ia juga aktif dalam dunia musik bersama Eka Sapta. Selain itu, Bing Slamet terlibat dalam sejumlah produksi film dan menghasilkan karya musik yang menjadi bagian dari sejarah seni populer Indonesia.

Sejumlah tokoh dan seniman turut menghadiri peresmian museum tersebut. Di antaranya Menteri Kebudayaan Fadli Zon, anggota DPD RI dari Dapil Jawa Barat Alfiansyah Komeng, putra Bing Slamet Adi Bing Slamet, serta seniman senior Tarzan dan Munaroh.

Kehadiran tokoh dari berbagai generasi tersebut turut memperlihatkan luasnya pengaruh Bing Slamet dalam perjalanan seni pertunjukan dan industri hiburan di Indonesia.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, konsep tata pamer Museum Bing Slamet menggambarkan perjalanan panjang sang seniman sebagai sosok multitalenta. Bing Slamet dikenal sebagai pencipta lagu, penyanyi, aktor sekaligus komedian yang ikut memberi warna terhadap perkembangan kebudayaan nasional.

“Kalau melihat lini masa dan tata pamer yang ada, terlihat bahwa Bing Slamet merupakan seniman multitalenta. Beliau pencipta lagu, penyanyi dengan suara bariton, aktor, sekaligus komedian melalui Trio Los Gilos dan Kwartet Jaya,” ujar Fadli kepada wartawan setelah peresmian museum di Jakarta Pusat, Minggu (27/9/2026).

Fadli juga menyebut karakter suara bariton Bing Slamet memiliki kemiripan dengan penyanyi Indonesia Sam Saimun. Menurutnya, kiprah Bing Slamet dalam musik dan komedi berlangsung panjang dan turut memberikan kontribusi terhadap perkembangan seni di Tanah Air.

Berbagai koleksi peninggalan Bing Slamet kini dipamerkan di museum tersebut. Koleksinya antara lain poster film, piringan hitam, kaset, pakaian, pas kerja serta berbagai memorabilia yang berkaitan dengan perjalanan hidup dan kariernya.

“Di sini ada poster film, piringan hitam, kaset, pakaian, pas kerja dan sejumlah memorabilia asli Bing Slamet. Di bagian atas juga ada studio kecil yang nantinya bisa dikembangkan sebagai tempat pemutaran film,” kata Fadli.

Museum tersebut juga tetap mempertahankan sejumlah bagian asli rumah keluarga Bing Slamet, termasuk tangga yang menjadi salah satu bagian khas bangunan. Unsur asli rumah itu diharapkan dapat memberikan gambaran lebih dekat mengenai lingkungan tempat sang maestro menjalani kehidupan dan mengembangkan kreativitasnya.

Putra Bing Slamet, Adi Bing Slamet, turut menyampaikan rasa terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan atas pengalihfungsian rumah keluarga mereka menjadi museum. Ia mengaku terharu karena rumah tersebut kini dapat dikunjungi masyarakat sebagai bagian dari sejarah seni Indonesia.

Menurut Adi, rumah itu dahulu menjadi tempat berkumpul para seniman sekaligus ruang lahirnya berbagai gagasan kreatif. Ruang tamu dan teras rumah menjadi saksi pertemuan sejumlah maestro seni lintas generasi.

“Dari tempat sederhana ini lahir berbagai gagasan, karya yang kemudian melegenda, hingga naskah komedi yang menghibur masyarakat. Percakapan para seniman di rumah ini ikut membentuk perjalanan industri hiburan Indonesia pada masa tersebut,” tutur Adi.

Azran menilai kisah tersebut memperlihatkan bahwa perkembangan kebudayaan tidak selalu berasal dari institusi besar. Rumah, ruang pertemuan, diskusi antarseniman dan keberanian menciptakan karya juga menjadi bagian dari perjalanan sejarah kebudayaan.

Menurutnya, nilai yang diwariskan Museum Bing Slamet bukan hanya berupa benda-benda peninggalan, tetapi juga semangat kreatif yang pernah tumbuh dari rumah tersebut.

“Ada nilai sejarah, kebudayaan dan kemanusiaan yang bisa dipelajari serta diwariskan kepada generasi berikutnya. Yang dirawat melalui museum ini bukan sekadar benda peninggalan, tetapi juga semangat berkarya yang pernah hidup di rumah ini,” ujar Azran.

Ia berharap Museum Bing Slamet dapat berkembang menjadi salah satu tujuan wisata edukasi dan kebudayaan di Jakarta. Museum tersebut diharapkan menarik minat pelajar, generasi muda, komunitas seni maupun masyarakat umum yang ingin mengenal lebih jauh perjalanan Bing Slamet.

“Semoga museum ini terus hidup dan tidak hanya ramai ketika peresmian. Mudah-mudahan menjadi ruang belajar, apresiasi dan pertemuan antara generasi lama dengan generasi baru. Warisan maestro seperti Bing Slamet harus terus dikenal dan hidup di tengah generasi berikutnya,” pungkas Azran.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update