Notification

×

Iklan

Mahyeldi Tertarik Inovasi SEPABLOCK

Rabu, 09 September 2026 | 14:47 WIB Last Updated 2026-09-09T10:02:22Z

Gubernur Mahyeldi Sambangi dan Pelajari Keunggulannya

Padang, Rakyatterkini.com — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah bersama Bunda Literasi Sumbar Harneli Bahar mengunjungi stan pameran Semen Padang Bata Interlock (SEPABLOCK) dalam ajang Festival Literasi Sumbar 2026, Selasa (8/9/2026).

Festival yang mengusung tema “Peranan Literasi dalam Menjaga Alam dan Melestarikan Budaya” itu digelar di halaman Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai 8 hingga 11 September 2026.

Stan SEPABLOCK menjadi salah satu lokasi yang menarik perhatian Mahyeldi. Di sana, gubernur memperoleh penjelasan mengenai inovasi produk PT Semen Padang, termasuk karakteristik material, metode pemasangan, efisiensi penggunaannya, hingga potensinya sebagai bahan bangunan untuk hunian.

Didampingi Staf Sekretariat dan Protokoler PT Semen Padang Fadlan Maulana, Mahyeldi melihat langsung maket konstruksi SEPABLOCK. Ia juga mendapatkan pemaparan mengenai sistem interlock yang memungkinkan material tersebut dipasang secara lebih praktis.

Pembahasan turut mencakup sejumlah keunggulan SEPABLOCK, seperti potensi penghematan waktu dan biaya pembangunan serta aspek lingkungan yang menjadi salah satu nilai tambah produk tersebut.

Mahyeldi menyambut positif penjelasan yang diberikan oleh tim SEPABLOCK. Menurutnya, konsep literasi dalam pembangunan memiliki cakupan yang luas. Masyarakat tidak hanya dituntut mampu membaca, tetapi juga perlu memahami perkembangan teknologi, ilmu pengetahuan, inovasi, serta kondisi lingkungan.

Saat membuka Festival Literasi Sumbar 2026, Mahyeldi juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang ikut mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk PT Semen Padang.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang dan pihak-pihak terkait yang telah mendukung kegiatan ini berjalan,” ujar Mahyeldi.

Ia menjelaskan, literasi mencakup kemampuan seseorang dalam membaca, memahami, mengolah, serta memanfaatkan informasi yang diperoleh. Pemahaman tersebut dapat diterapkan dalam berbagai bidang, mulai dari ilmu pengetahuan hingga budaya dan lingkungan.

Karena itu, menurut Mahyeldi, literasi seharusnya tidak berhenti pada kegiatan membaca. Pengetahuan yang diperoleh perlu dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Keikutsertaan PT Semen Padang melalui stan SEPABLOCK menjadi kesempatan perusahaan untuk memperkenalkan inovasi di bidang konstruksi kepada masyarakat. Stan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat memperkenalkan produk, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi pengunjung.

Pengunjung dapat mengamati maket pemasangan SEPABLOCK, melihat video pembangunan rumah dengan material tersebut, serta memperoleh penjelasan langsung dari tim teknis PT Semen Padang.

Ketertarikan masyarakat terlihat dari banyaknya pengunjung yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai material tersebut. Pertanyaan yang muncul antara lain berkaitan dengan teknik pemasangan, bahan penyusun, perbandingan dengan material konvensional, hingga penerapannya untuk pembangunan rumah.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengatakan, keikutsertaan perusahaan dalam festival tersebut merupakan bagian dari upaya mendekatkan inovasi kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, respons pengunjung sangat positif. Banyak yang penasaran dengan cara pemasangan, bahan baku, hingga keunggulan dibanding bata merah. Ini membuktikan masyarakat semakin terbuka terhadap inovasi konstruksi,” kata Win.

Ia menilai, pengenalan SEPABLOCK dalam kegiatan literasi juga memperluas pemahaman mengenai makna literasi. Menurutnya, literasi pada era saat ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca buku, tetapi juga kemampuan memahami teknologi dan inovasi yang berkembang.

“Bagi kami, literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi juga literasi teknologi dan inovasi. Melalui SEPABLOCK, kami ingin mengajak masyarakat lebih peka terhadap produk konstruksi yang efisien, ramah lingkungan, dan berkualitas,” jelasnya.

Win menambahkan, pengembangan SEPABLOCK memiliki hubungan dengan konsep pembangunan berkelanjutan. Produk tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif material untuk pembangunan hunian yang lebih efisien sekaligus memenuhi aspek kualitas.

Menurutnya, penggunaan SEPABLOCK juga mendukung Asta Cita Presiden, terutama dalam hal pembangunan infrastruktur serta penyediaan rumah rakyat yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Produk ini mendukung agenda pemerintah dalam menyediakan infrastruktur ramah lingkungan dan efisien. SEPABLOCK adalah kontribusi nyata PT Semen Padang untuk menjawab tantangan pembangunan sekaligus mendukung arah kebijakan nasional,” ujarnya.

Di tingkat Sumatera Barat, Win melihat produk tersebut berpotensi mendukung program pemerintah daerah, khususnya yang berkaitan dengan penyediaan rumah layak dan pengembangan kawasan permukiman.

“Dengan hadirnya SEPABLOCK, kami optimis bisa mendukung visi Sumbar dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat, sekaligus mendorong tumbuhnya inovasi lokal yang berdaya saing,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Unit Produksi BIP dan Aplikasi PT Semen Padang Yelmi Arya Putra menjelaskan bahwa SEPABLOCK dirancang dengan sejumlah keunggulan, antara lain dari aspek kecepatan pemasangan, efisiensi biaya, tampilan bangunan, dan dampak terhadap lingkungan.

Yelmi menyebut material tersebut memiliki bentuk yang presisi sehingga proses pemasangannya dapat dilakukan lebih cepat. Penggunaannya juga diklaim mampu mengurangi biaya pembangunan hingga sekitar 10 persen.

“SEPABLOCK memiliki bentuk presisi, pemasangan lebih cepat, hasil estetik, dan mampu menekan biaya pembangunan hingga 10 persen,” ujar Yelmi.

Untuk pembangunan rumah tipe 36, kebutuhan material SEPABLOCK diperkirakan mencapai sekitar 4.000 keping. Selain itu, diperlukan sekitar 35 zak semen dan 60 batang besi berukuran 10 milimeter. Dengan material tersebut, proses pembangunan rumah dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga minggu.

Keunggulan lainnya terletak pada proses produksinya. Berbeda dengan bata merah yang membutuhkan pembakaran, SEPABLOCK tidak melalui tahapan tersebut sehingga dinilai lebih ramah terhadap lingkungan.

Dimensi yang presisi juga membuat permukaan dinding terlihat lebih rapi. Material ini bahkan dapat digunakan tanpa plester sesuai dengan konsep bangunan yang diterapkan. Sementara rongga pada bagian bata dapat membantu mengurangi panas yang masuk ke dalam ruangan.

Dari aspek ketahanan, SEPABLOCK telah menjalani cyclic atau lateral load test dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pengujian tersebut berkaitan dengan kemampuan material menghadapi beban lateral.

Ketertarikan terhadap inovasi ini juga disampaikan Rima Senditya Gewe dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Sumbar. Saat mengunjungi stan, ia menilai SEPABLOCK memiliki potensi untuk menjadi alternatif material bangunan.

Menurut Rima, desain interlocking pada SEPABLOCK berpeluang memberikan efisiensi biaya dibandingkan penggunaan bata konvensional. Ia juga menilai material tersebut memiliki konstruksi yang cukup kuat.

Rima mengatakan, Dinas Perkimtan Sumbar bahkan tengah mempertimbangkan penggunaan SEPABLOCK untuk sejumlah kegiatan pada 2027.

Jika nantinya mendapat persetujuan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), material tersebut direncanakan digunakan untuk kegiatan perbaikan rumah bagi masyarakat yang menjadi korban bencana.

“Kalau misalnya nanti lulus di DPA, SEPABLOCK digunakan untuk kegiatan perbaikan rumah untuk korban bencana. Sekarang sedang diajukan untuk diproses,” kata Rima.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update