Notification

×

Iklan

Kualitas Udara Sumbar Menurun, Polda Imbau Waspada

Rabu, 09 September 2026 | 12:57 WIB Last Updated 2026-09-09T05:57:00Z

Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq

Padang, Rakyatterkini.com – Kondisi kualitas udara di sejumlah daerah di Sumatera Barat (Sumbar) yang mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir menjadi perhatian sejumlah pihak. Situasi tersebut turut mendorong Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama ketika berkendara dalam kondisi kabut asap dan polusi.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar Kombes Pol H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq mengatakan, jajaran Satuan Lalu Lintas di tingkat Polres maupun Polresta telah diminta menjalin koordinasi dengan instansi terkait untuk menghadapi kondisi tersebut.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni memberikan imbauan secara langsung kepada masyarakat, termasuk membagikan masker kepada pengguna jalan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan.

“Karena kabut asap atau polusi sedang tinggi, keselamatan ketika berada di jalan juga perlu lebih diperhatikan,” ujarnya.

Reza mengingatkan pengendara agar menyesuaikan cara berkendara ketika kualitas udara memburuk dan jarak pandang berkurang. Penggunaan masker menjadi salah satu hal yang disarankan untuk melindungi saluran pernapasan.

Selain itu, pengendara diminta tidak memacu kendaraan terlalu cepat dan memastikan lampu kendaraan menyala sehingga keberadaan kendaraan dapat diketahui pengguna jalan lainnya. Jarak aman dengan kendaraan di depan juga harus tetap dijaga.

Menurutnya, pengendara yang mulai mengalami gangguan kesehatan atau kesulitan melihat akibat menurunnya jarak pandang sebaiknya segera berhenti di lokasi yang aman untuk beristirahat.

“Kalau kondisi tubuh atau jarak pandang sudah mulai terganggu, sebaiknya beristirahat atau menepi,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat tidak hanya memperhatikan kesehatan, tetapi turut mengutamakan keselamatan selama melakukan perjalanan.

“Jaga napas, jaga jarak, jaga keselamatan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun GAW Bukit Koto Tabang, Sugeng Nugroho, menyampaikan hasil pemantauan pada Selasa menunjukkan beberapa daerah Sumbar yang berdekatan dengan wilayah Riau mengalami kualitas udara mulai dari kategori sedang hingga berpotensi tidak sehat.

Daerah seperti Pangkalan dan Harau di Kabupaten Limapuluh Kota, serta Dharmasraya, menjadi wilayah yang mendapat perhatian karena lokasinya berbatasan dengan Riau.

“Kondisi Pangkalan, Harau atau Limapuluh Kota berada pada kisaran sedang sampai tidak sehat. Begitu juga Dharmasraya yang berbatasan langsung dengan Riau,” jelas Sugeng.

Untuk Limapuluh Kota, hasil pengukuran menunjukkan konsentrasi partikulat PM2,5 berada sekitar 41,5 sampai 48 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut masih masuk kategori sedang, meski konsentrasinya tergolong cukup tinggi.

Sugeng menjelaskan, kualitas udara berdasarkan parameter PM2,5 dikategorikan baik apabila konsentrasinya berada di rentang 0 hingga 15 mikrogram per meter kubik. Sementara itu, kategori sedang berada pada kisaran 15 hingga 55,4 mikrogram per meter kubik, sedangkan kadar di atas 55,5 mikrogram per meter kubik masuk kategori tidak sehat.

Selain Limapuluh Kota dan Dharmasraya, Kabupaten Sijunjung serta Solok Selatan juga berada dekat dengan wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Daerah yang berbatasan itu Limapuluh Kota, Dharmasraya, Sijunjung dan Solok Selatan. Semuanya berdekatan dengan wilayah yang terdampak karhutla. Jadi daerah Sumbar yang berbatasan dengan Riau terlihat cenderung mengarah ke kondisi tidak sehat,” ungkapnya.

Berbeda dengan kawasan yang berada di bagian timur, wilayah pesisir barat Sumbar, termasuk Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan, secara umum berada pada kategori sedang.

Sugeng menyebut karakteristik kualitas udara Pesisir Selatan relatif menyerupai Padang lantaran keduanya berada di kawasan pesisir barat Pulau Sumatera.

“Pesisir Selatan lebih mirip dengan Padang karena sama-sama berada di kawasan pantai barat,” katanya.

Untuk Kota Padang sendiri, kondisi udara secara umum masih berada dalam kategori baik. Meski demikian, pada waktu tertentu kualitas udara dapat mengalami penurunan hingga masuk kategori sedang bahkan tidak sehat.

“Untuk hari ini, hampir seluruh kecamatan di Kota Padang berada dalam kategori sedang. Pemantauan dilakukan mulai pukul 00.00 WIB hingga 23.00 WIB,” ujar Sugeng.

Ia memprediksi kondisi udara di Padang pada Rabu (9/9/2026) akan relatif lebih baik pada pagi hari. Namun, kualitas udara diperkirakan kembali berada pada kategori sedang ketika memasuki siang hingga malam.

Sementara itu, pola berbeda terlihat di Dharmasraya. Pada pagi hari, kualitas udara di wilayah tersebut cenderung lebih buruk dibandingkan waktu lainnya.

“Sejak dini hari hingga sekitar pukul 10.00 WIB kondisinya tidak sehat. Setelah matahari mulai naik pada siang hari, kualitas udara membaik. Namun, sore sampai malam hari kembali cenderung tidak sehat,” pungkasnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update