Padang, Rakyatterkini.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Padang mengakhiri rangkaian kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Masyarakat yang digelar di Axana Hotel, Jumat (25/9/2026).
Program tersebut berlangsung selama empat hari sejak 22 September 2026 dan melibatkan sekitar 600 peserta dari tujuh kecamatan di Kota Padang. Penutupan kegiatan dilakukan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Padang, Tarmizi Ismail.
Dalam kesempatan itu, Tarmizi menekankan pentingnya pendidikan politik sebagai sarana meningkatkan wawasan masyarakat mengenai demokrasi, politik, serta keterlibatan warga dalam kehidupan bernegara.
Menurutnya, kegiatan pendidikan politik perlu dilaksanakan secara terarah dan berkelanjutan agar pemahaman masyarakat terhadap dinamika politik semakin baik.
“Pendidikan politik memang harus kita lakukan secara maksimal dan memiliki sistematika yang benar-benar kita harapkan,” ujar Tarmizi.
Ia juga mengajak para peserta untuk menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan kepada masyarakat di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Pemahaman yang memadai dinilai dapat membantu warga, khususnya generasi muda, dalam merespons berbagai perkembangan politik secara bijak.
Tarmizi menyebut sikap antipati terhadap politik dapat muncul akibat minimnya pemahaman mengenai kondisi dan dinamika yang terjadi.
“Antipati itu muncul ketika orang tidak memahami situasi dan kondisi karena memang ada pemahaman yang kurang. Harapan kita, pendidikan politik itu harus kita mulai dari anak-anak kita,” katanya.
Ia pun mendorong agar pemahaman mengenai demokrasi mulai diperkenalkan sejak lingkungan sekolah. Salah satunya melalui organisasi siswa seperti OSIS maupun organisasi kemasyarakatan.
Menurut Tarmizi, proses pemilihan ketua organisasi di sekolah dapat menjadi pembelajaran awal bagi generasi muda mengenai mekanisme demokrasi, kepemimpinan, sekaligus tanggung jawab.
“Semua kita memiliki kesempatan untuk berpolitik. Karena politik itu ujungnya adalah partisipasi,” tuturnya.
Selama pelaksanaan kegiatan, sejumlah narasumber turut memberikan materi kepada peserta. Pada hari pertama, kegiatan dibuka Staf Ahli Pemerintahan, Hukum, dan Politik Pemko Padang, Raf Indria, bersama Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Kesbangpol Kota Padang, Juheri.
Materi lainnya disampaikan Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Politik Dalam Negeri Kesbangpol Kota Padang, Dhanny Syahputra, S.H. Ia membahas perkembangan demokrasi di Indonesia setelah terbitnya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2024 mengenai pemisahan penyelenggaraan pemilu nasional dan pemilu daerah.
Selain agenda sosialisasi, peserta juga mendapatkan pembekalan melalui Sekolah Kader Perubahan (SKP) yang dirancang oleh Lembaga Kaderisasi Nasional (LKN) DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
SKP menjadi bagian dari rangkaian pendidikan politik dengan materi yang menitikberatkan pada proses kaderisasi serta penguatan kapasitas dan peran peserta. Materi tersebut disampaikan Ketua DPC PKB Kota Padang, Yusri Latif, bersama Sekretaris DPC PKB Kota Padang, Zalmadi.(da*)


