Notification

×

Iklan

Kemenag Salurkan Bantuan untuk Rumah Ibadah Terdampak Galodo

Sabtu, 26 September 2026 | 13:22 WIB Last Updated 2026-09-26T06:22:00Z

Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Mustafa meninjau lokasi Banjir Bandang Solok

Solok, Rakyatterkini.com – Banjir bandang atau galodo yang melanda Kabupaten Solok, Sumatera Barat, tidak hanya menyebabkan kerusakan pada rumah warga, tetapi juga berdampak terhadap sejumlah fasilitas umum, termasuk rumah ibadah.

Menanggapi kondisi tersebut, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumatera Barat mendatangi lokasi terdampak untuk memberikan dukungan kepada masyarakat sekaligus memastikan kegiatan keagamaan tetap dapat berlangsung.

Kepala Kanwil Kemenag Sumbar Mustafa bersama Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kemenag Sumbar Yoseph Chairul dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Solok Dedi Wandra melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi terdampak pada Jumat (25/9/2026).

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian Kemenag terhadap kondisi sosial dan psikologis warga yang tengah menghadapi masa pemulihan setelah bencana.

"Kami turut berduka atas musibah yang terjadi. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan, kesabaran, dan kemudahan dalam menghadapi kondisi ini. Kita hadir untuk memberikan support dan memastikan masyarakat tidak merasa sendiri dalam menghadapi musibah ini," kata Mustafa saat berada di lokasi.

Ia mengingatkan pentingnya kebersamaan dan kepedulian antarwarga dalam proses pemulihan. Menurutnya, penanganan dampak bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.

"Kita doakan bersama agar kondisi segera pulih. Semoga saudara-saudara kita yang terdampak diberikan kesehatan, keselamatan, dan kekuatan untuk kembali menjalani kehidupan seperti biasa," ujarnya.

Dari pendataan awal yang dilakukan di lapangan, tercatat empat rumah ibadah terdampak galodo. Keempatnya terdiri dari dua masjid dan dua musala.

Material lumpur masih memenuhi sejumlah bagian bangunan dengan tingkat kerusakan berada pada kategori ringan hingga sedang. Meski demikian, tidak terdapat laporan mengenai masjid yang mengalami keruntuhan.

Untuk membantu penanganan awal, Kanwil Kemenag Sumbar menyerahkan bantuan sebesar Rp15 juta. Dana tersebut diperuntukkan bagi pemulihan empat rumah ibadah, terutama untuk mendukung proses pembersihan material lumpur agar fasilitas tersebut dapat kembali digunakan masyarakat.

"Bantuan ini mungkin belum sebanding dengan kebutuhan yang ada, tetapi ini merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran kita. Mudah-mudahan dapat membantu proses pemulihan rumah ibadah dan memberikan semangat kepada masyarakat untuk bangkit," tutur Mustafa.

Bagi masyarakat yang terdampak bencana, masjid dan musala tidak hanya menjadi tempat menjalankan ibadah. Fasilitas tersebut juga kerap dimanfaatkan sebagai lokasi berkumpul warga, pusat koordinasi bantuan serta tempat memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong.

Karena itu, Bidang Urais Kanwil Kemenag Sumbar bersama Kemenag Kabupaten Solok masih melakukan pendataan terhadap tingkat kerusakan rumah ibadah. Data tersebut nantinya menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan bantuan lanjutan agar dapat diberikan secara tepat.

Berdasarkan laporan resmi per 24 September 2026, banjir bandang yang terjadi di wilayah Solok telah merendam sekitar 100 rumah warga dan berdampak terhadap sejumlah infrastruktur penting. Proses pemulihan diperkirakan membutuhkan dukungan dan koordinasi dari berbagai pihak.

Di akhir peninjauan, Mustafa mengajak tokoh agama, masyarakat, pemerintah serta unsur terkait lainnya untuk bersama-sama membantu proses pemulihan wilayah yang terdampak.

"Mari kita jadikan musibah ini sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong. Kemenag akan terus berupaya hadir sesuai kewenangan dan kemampuan yang dimiliki, terutama dalam memastikan kehidupan keagamaan masyarakat tetap berjalan," pungkasnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update