Padang Pariaman, Rakyatterkini.com – Kerusakan parah terjadi pada bagian pangkal saluran irigasi atau Kapalo Banda di Padang Jawi, Nagari Campago, Kecamatan V Koto, Kabupaten Padang Pariaman. Infrastruktur tersebut rusak akibat diterjang banjir sehingga pasokan air ke sekitar 45 hektare sawah produktif terhenti.
Kerusakan terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dan memicu banjir. Derasnya arus air menghantam bagian awal saluran irigasi hingga mengalami kerusakan dan tidak lagi mampu mengalirkan air menuju lahan pertanian.
Dampaknya dirasakan petani di Kampung Tanjung serta sebagian kawasan persawahan di Korong Ajuang, Nagari Campago. Sekitar 45 hektare lahan kini mengalami kekeringan karena tidak mendapatkan aliran air dari saluran irigasi tersebut.
Sejumlah petani yang seharusnya sudah memasuki masa tanam padi terpaksa menunda kegiatan mereka. Kondisi sawah yang tidak memperoleh pasokan air membuat proses penanaman belum dapat dilakukan.
Para petani berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait segera memperbaiki Kapalo Banda agar aliran air kembali normal dan aktivitas pertanian bisa berjalan seperti sebelumnya.
Wali Nagari Campago, Zulhadi, Senin (7/9/2026), membenarkan kerusakan pada pangkal saluran irigasi tersebut. Menurutnya, pemerintah nagari tengah berupaya mencari dukungan untuk mempercepat proses perbaikan.
"Kita sudah membuat proposal dan mengirimkannya. Saat ini kita masih menunggu realisasinya," ujar Zulhadi.
Ia menjelaskan, pihak nagari telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Padang Pariaman melalui pengajuan proposal. Selain itu, berbagai sumber bantuan lainnya juga sedang dijajaki untuk menangani kerusakan infrastruktur akibat banjir tersebut.
Zulhadi menyebut pertanian padi sawah merupakan salah satu kegiatan utama masyarakat di Nagari Campago. Karena itu, perbaikan saluran irigasi menjadi kebutuhan mendesak agar petani dapat kembali menggarap sawah mereka.
Namun, penggunaan dana desa untuk memperbaiki kerusakan tersebut belum memungkinkan karena keterbatasan anggaran yang semakin ketat akibat efisiensi.
"Anggaran yang diterima nagari semakin terbatas. Kondisi ini juga membuat dana desa belum bisa digunakan untuk penanganan darurat bencana," jelasnya.
Meski demikian, pemerintah nagari akan terus mencari alternatif sumber pendanaan dan bantuan dari berbagai pihak agar kerusakan Kapalo Banda dapat segera diperbaiki.
"Kita akan menjangkau sumber-sumber lain yang bisa membantu memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat diterjang banjir ini," kata Zulhadi.(da*)


