Notification

×

Iklan

Investasi Tembus Rp1.010 Triliun, Pemerintah Tekankan Stabilitas Nasional

Rabu, 23 September 2026 | 20:48 WIB Last Updated 2026-09-23T13:48:00Z

Ilustrasi.

JAKARTA – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Indonesia justru mencatat geliat investasi yang tetap kuat. Hingga semester I 2026, realisasi investasi telah menembus Rp1.010,6 triliun atau sekitar 49,5 persen dari target sepanjang tahun yang mencapai Rp2.041,3 triliun.

Capaian tersebut sekaligus membuka peluang semakin luasnya lapangan kerja. Dari investasi yang masuk hingga semester pertama 2026 itu, sekitar 1,45 juta lapangan kerja telah tercipta.

Presiden Prabowo Subianto menilai momentum tersebut perlu dijaga dengan mempertahankan stabilitas nasional. Menurutnya, kepercayaan investor menjadi salah satu modal penting agar arus investasi terus mengalir ke Indonesia.

Prabowo bahkan memperkirakan gelombang modal dalam skala besar akan kembali masuk ke Indonesia dalam waktu dekat.

“Kita akan melihat gelombang investasi yang cukup besar masuk ke Indonesia dalam beberapa minggu ke depan,” kata Prabowo dalam program Presiden Prabowo Menjawab.

Menurut Prabowo, optimisme tersebut tidak terlepas dari fundamental ekonomi Indonesia yang relatif terjaga meski perekonomian dunia masih menghadapi volatilitas.

Selain investasi, pemerintah juga mencatat sejumlah indikator ekonomi yang dinilai tetap terkendali. Inflasi berada pada level 2,92 persen, sementara defisit fiskal dijaga di bawah batas tiga persen.

Kondisi itu menjadi modal pemerintah untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat industri, mengembangkan hilirisasi serta memperluas kesempatan kerja.

Transformasi pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui Danantara juga menjadi perhatian. Profesor Hubungan Internasional Webster University, Rovshan Ibrahimov, menilai restrukturisasi BUMN dapat menjadi instrumen penting untuk mendukung investasi, hilirisasi dan penciptaan lapangan kerja.

“Untuk mencabut struktur yang telah berakar kuat, diperlukan tangan yang cukup tegas,” ujar Ibrahimov.

Namun, ia juga menekankan pentingnya pertanggungjawaban dalam setiap kebijakan, terutama seiring besarnya kewenangan yang dimiliki Danantara.

Di sisi lain, analis politik Boni Hargens mengingatkan masyarakat agar menyikapi dinamika sosial secara proporsional. Menurutnya, kekhawatiran yang berkembang di tengah masyarakat perlu dikelola agar tidak berubah menjadi situasi yang kontraproduktif terhadap stabilitas nasional.

“Stabilitas nasional adalah tanggung jawab bersama aparat keamanan dan masyarakat dengan menjaga ketenangan dan kesatuan,” kata Boni.

Ia menilai penyampaian aspirasi melalui unjuk rasa tetap merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Namun, kebebasan tersebut diharapkan berjalan secara tertib sehingga tidak mengganggu aktivitas ekonomi maupun menurunkan kepercayaan dunia usaha.

Pada akhirnya, derasnya investasi dan terbukanya jutaan lapangan kerja menjadi momentum yang perlu dijaga bersama. Aspirasi masyarakat tetap memiliki ruang dalam demokrasi, sementara stabilitas nasional menjadi salah satu fondasi agar aktivitas ekonomi terus bergerak dan manfaat pertumbuhan dapat dirasakan semakin luas. (*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update