Notification

×

Iklan

Indonesia Tegaskan Dukungan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 16:48 WIB Last Updated 2026-09-27T09:48:00Z

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono.

Jakarta, Rakyatterkini.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendukung perjuangan rakyat Palestina. Indonesia menyatakan akan tetap berada di sisi Palestina sampai hak rakyatnya untuk menentukan masa depan sendiri terpenuhi dan terbentuk negara Palestina yang merdeka serta berdaulat.

Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono dalam Pernyataan Nasional Indonesia pada Debat Umum Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, sebagaimana dikutip pada Minggu (27/9/2026).

Sugiono mengatakan Indonesia mendukung terwujudnya Palestina yang merdeka dan berdaulat melalui penyelesaian dua negara atau Two-State Solution. Menurutnya, penyelesaian tersebut harus berlandaskan hukum internasional serta parameter yang telah disepakati masyarakat internasional.

Dukungan Indonesia terhadap Palestina, lanjut Sugiono, memiliki kaitan erat dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam memperoleh kemerdekaan dari kolonialisme. Pengalaman tersebut turut membentuk sikap Indonesia dalam mendukung hak rakyat Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri.

“Palestina bukan hanya persoalan satu kawasan. Palestina adalah ujian apakah sistem multilateral mampu menegakkan prinsip-prinsip yang menjadi dasar pembentukannya dan mampu memberikan hasil ketika paling dibutuhkan,” kata Sugiono.

Ia menilai efektivitas sistem multilateral tidak semata-mata ditentukan oleh keberadaan lembaga internasional, tetapi juga oleh komitmen negara-negara terhadap prinsip yang disepakati bersama. Karena itu, hukum internasional harus diterapkan secara konsisten, kedaulatan negara perlu dihormati, dan praktik kolonialisme harus diakhiri.

Selain menyuarakan dukungan terhadap Palestina, Sugiono menyampaikan bahwa Indonesia siap terus berkontribusi dalam menciptakan perdamaian dan menjaga keamanan dunia. Komitmen tersebut sejalan dengan amanat konstitusi Indonesia untuk ikut mewujudkan tatanan dunia yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Kontribusi itu dilakukan melalui berbagai jalur, mulai dari diplomasi dan mediasi, pemberian bantuan kemanusiaan, pembangunan perdamaian, hingga keterlibatan dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB.

Indonesia sendiri telah mengirim personel untuk menjalankan berbagai misi perdamaian PBB sejak 1957. Keterlibatan tersebut menjadi salah satu bentuk konsistensi Indonesia dalam mendukung upaya menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

Komitmen terhadap perdamaian juga menjadi bagian dari pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2029–2030 dengan mengusung tema “Fostering Unity, Advancing Peace”.

Melalui semangat Fostering Unity, Indonesia ingin mendorong pemulihan kepercayaan terhadap sistem multilateral sekaligus mempertahankan ruang dialog antarnegara. Sementara Advancing Peace menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional serta pemanfaatan berbagai instrumen yang tersedia untuk menyelesaikan persoalan global.

Dalam pencalonan tersebut, Indonesia akan membawa pendekatan yang selama ini menjadi bagian dari politik luar negerinya, yakni menjaga komunikasi tetap terbuka, mencari titik temu, menghormati Piagam PBB, serta mendorong tanggung jawab bersama menjadi kerja sama nyata demi perdamaian dan keamanan dunia.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update