Notification

×

Iklan

Hari Ketiga, Amri Anto Belum Ditemukan

Senin, 21 September 2026 | 10:16 WIB Last Updated 2026-09-21T03:16:00Z

Tim SAR Gabungan Belum Temukan Warga Hilang Terseret Arus Banjir Bandang Pasaman

Pasaman, Rakyatterkini.com  – Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap Amri Anto (51), warga yang dilaporkan hilang setelah terseret arus banjir bandang di Kampung Parit, Jorong Tonang Raya, Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.

Memasuki hari ketiga pencarian pada Minggu (20/9/2026), petugas belum menemukan keberadaan korban. Operasi yang dilakukan hingga sore hari masih belum membuahkan hasil.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan pencarian melibatkan personel dari sejumlah unsur terkait.

Menurutnya, operasi dimulai pada pukul 07.00 WIB dengan membagi petugas menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). Kedua tim menyisir wilayah yang menjadi lokasi pencarian dengan luas sekitar 2 kilometer persegi.

“Pencarian dilanjutkan sejak pukul 07.00 WIB dengan membagi tim menjadi dua SRU yang menyisir area pencarian seluas kurang lebih 2 kilometer persegi,” kata Abdul Malik dalam keterangan resminya.

Peristiwa banjir bandang terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur Kabupaten Pasaman pada Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Sekitar pukul 17.15 WIB, derasnya hujan memicu banjir bandang yang menerjang kawasan permukiman dan aliran sungai di Nagari Simpang Tonang. Saat kejadian berlangsung, Amri Anto berada di sekitar lokasi dan kemudian terseret derasnya arus.

Laporan mengenai warga yang hilang tersebut disampaikan Kalaksa BPBD Pasaman, Mardianto, kepada Basarnas pada Jumat malam.

Pencarian Dilakukan dari Darat dan Udara

Koordinator Pos SAR Pasaman, Novi Yurandi, mengatakan pencarian pada hari ketiga dilakukan melalui sejumlah metode. Petugas menyisir kawasan di kedua sisi sungai, mengikuti aliran air, serta memeriksa dan membersihkan material yang terbawa banjir.

Tim juga menggunakan alat berat untuk membantu membuka material yang menutupi sejumlah titik pencarian.

“Kami mengerahkan satu unit ekskavator untuk menggali sedimen lumpur dan tumpukan material kayu yang terbawa banjir bandang. Selain itu, satu unit drone thermal juga diterbangkan untuk melakukan pemantauan udara,” ujar Novi Yurandi, Minggu (20/9/2026).

Operasi tersebut melibatkan sejumlah unsur, yakni Pos SAR Pasaman sebanyak 7 personel, Unit Siaga SAR Agam 6 personel, Polres Pasaman 20 personel, BPBD Pasaman 11 personel, Kodim 0305 Pasaman 4 personel, relawan 5 personel, serta 30 warga setempat.

Dalam pencarian, petugas turut menggunakan berbagai peralatan, di antaranya Rescue Car Double Cabin, Rescue Truck, ambulans, LCR atau perahu karet, Aqua Eye, serta perlengkapan komunikasi dan medis.

Kondisi cuaca di sekitar lokasi pada saat operasi berlangsung dilaporkan mendung dengan angin relatif tenang sekitar 3 knot. Namun, hingga operasi berakhir pada pukul 18.00 WIB, keberadaan korban belum ditemukan.

Novi mengatakan operasi SAR dihentikan sementara sesuai prosedur dan akan kembali dilanjutkan pada Senin (21/9/2026) pagi.

“Sampai pukul 18.00 WIB, hasil pencarian masih nihil. Sesuai prosedur, operasi SAR kami hentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali besok pagi, Senin (21/9/2026) mulai pukul 07.00 WIB,” pungkasnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update