Padang, Rakyatterkini.com – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) mulai menyiapkan strategi menghadapi kontestasi politik mendatang dengan melakukan survei internal. Survei tersebut akan digunakan untuk memetakan kekuatan partai sekaligus mengukur peluang perolehan kursi di berbagai daerah pemilihan (dapil).
Survei internal itu dijadwalkan berlangsung pada pertengahan 2027. Beberapa aspek yang akan diukur antara lain tingkat elektabilitas dan pengenalan masyarakat terhadap Partai Hanura.
Ketua Tim Task Force DPP Partai Hanura, Patrice Rio Capella, mengatakan hal tersebut saat memberikan arahan dalam Konsolidasi dan Rapat Teknis Tim Task Force Partai Hanura se-Sumatera Barat di Hotel Mercure, Padang, Rabu (23/9/2026) malam.
Menurut Rio, survei diperlukan agar partai memiliki dasar yang lebih terukur dalam menentukan sasaran politik. Hasilnya nanti akan dianalisis hingga tingkat dapil untuk mengetahui wilayah yang memiliki potensi mendukung perolehan kursi.
“Kita akan melakukan survei pada 2027 pertengahan ini untuk melakukan survei internal soal elektabilitas dan awareness partainya. Kemudian kita breakdown ke dapil,” ujarnya.
Ia menegaskan pendekatan berbasis data juga akan diterapkan di Sumatera Barat. Hanura tidak ingin menetapkan target politik hanya berdasarkan perkiraan, melainkan terlebih dahulu melihat kondisi elektoral di masing-masing wilayah.
“Jadi tidak mungkin kita hanya menebak-nebak. Termasuk di Sumbar akan kita survei,” kata Wakil Ketua Umum Hanura tersebut.
Survei itu nantinya menjadi salah satu bahan bagi partai dalam menyusun strategi pencalegan. Pemetaan berdasarkan dapil diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai tingkat penerimaan dan pengenalan masyarakat terhadap Hanura serta wilayah yang berpotensi menyumbangkan kursi legislatif.
Pembenahan Organisasi
Selain survei, Rio menekankan pentingnya peningkatan kinerja organisasi. Menurut dia, masih terdapat sejumlah dapil yang pada pemilu sebelumnya belum berhasil menyumbangkan kursi bagi Hanura.
Karena itu, penguatan organisasi dinilai perlu dilakukan untuk meningkatkan daya tarik partai bagi calon legislatif maupun kader baru.
“Performa partainya mesti kita perbaiki, supaya para caleg dan para orang baru akan datang masuk ke Hanura,” tuturnya.
Pembenahan tersebut, lanjut Rio, harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Sejumlah dapil di Sumatera Barat yang sebelumnya belum menghasilkan kursi juga menjadi perhatian dalam agenda konsolidasi.
“Kalau kita kerja sama ini, performa organisasinya mesti kita perbaiki,” katanya.
Struktur PAC Diperkuat
Sementara itu, Ketua DPD Hanura Sumatera Barat Edi Naswany mengatakan penguatan struktur organisasi hingga tingkat kecamatan menjadi salah satu fokus persiapan partai.
Ia menyebut keberadaan Pimpinan Anak Cabang (PAC) penting karena menjadi bagian dari jaringan organisasi yang berhubungan langsung dengan masyarakat di tingkat kecamatan.
“Seperti yang kita lakukan hari ini, optimisme itu dibuktikan dengan terbentuknya struktur sampai ke PAC (Pimpinan Anak Cabang). Artinya, suara-suara yang mau dibawa ke DPRD itu berawal dari kecamatan-kecamatan,” ujar Edi.
Edi mengungkapkan seluruh PAC Hanura di Sumatera Barat telah terbentuk. Menurutnya, kelengkapan struktur tersebut menjadi modal organisasi untuk melakukan konsolidasi sekaligus mempersiapkan pencapaian target politik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.
“Berarti di situlah mulai optimis untuk memastikan semua target-target partai,” katanya.
Untuk kontestasi legislatif, Hanura Sumatera Barat memasang target dua kursi DPR RI, masing-masing satu kursi dari daerah pemilihan Sumbar I dan Sumbar II. Di tingkat DPRD Provinsi Sumatera Barat, target yang ditetapkan sebanyak tujuh kursi, sementara untuk DPRD kabupaten dan kota sebanyak 76 kursi.
Persiapan Kandidat Pilkada
Konsolidasi organisasi dan survei internal juga diarahkan untuk mempersiapkan kandidat yang akan mengikuti pemilihan kepala daerah.
Rio menyampaikan bahwa Hanura akan mengutamakan kader internal yang dinilai memiliki potensi untuk maju dalam Pilkada. Kader yang berminat mencalonkan diri sebagai kepala daerah diminta melakukan persiapan sejak jauh hari.
“Yang pasti adalah Hanura akan lebih mendahulukan kader yang punya potensi untuk maju Pilkada,” tegasnya.
Menurut Rio, persiapan calon kepala daerah membutuhkan waktu dan tidak bisa dilakukan secara instan ketika tahapan pemilihan sudah dekat.
“Kemenangan itu tidak bisa dilakukan dalam satu malam. Dia mesti dijahit dari hari ini sehingga nanti dia bisa matang betul untuk maju di 2031,” ujarnya.
Hanura juga mencermati kemungkinan perubahan desain Pemilu setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Rio menyebut perubahan regulasi Pemilu dan Pilkada nantinya akan menjadi faktor yang harus diperhitungkan dalam menyusun strategi partai.
“Kita akan lihat bagaimana sistemnya di 2031 itu. Karena ini kan Undang-Undang Pilkada pasti berubah. Undang-Undang Pemilu juga berubah,” katanya.
Bidik Kursi Legislatif dan Kepala Daerah
Di Sumatera Barat, Edi Naswany mengatakan orientasi Hanura tidak sebatas pada perolehan kursi legislatif. Partai juga membuka peluang bagi kader untuk maju dalam pemilihan gubernur, wali kota, maupun bupati.
“Begitu juga Gubernur, wali kota dan bupati dari kader kami. Semua kader merasa optimis, hari ini kami membuktikan bahwa teman-teman sudah sangat bergairah untuk menjadikan Hanura menjadi pemenang di Sumatera Barat ini,” ujarnya.
Konsolidasi Hanura di Sumatera Barat juga diikuti bergabungnya sejumlah wajah baru ke dalam struktur partai di berbagai kabupaten dan kota. Sebagian di antaranya sebelumnya pernah aktif di sejumlah partai politik, seperti Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Buruh, PSI, NasDem, Gelora, Golkar, dan Garuda.
Bergabungnya sejumlah mantan kader partai lain menjadi bagian dari perkembangan organisasi Hanura di Sumatera Barat. Bersamaan dengan pembentukan struktur hingga tingkat kecamatan, kehadiran kader baru tersebut diharapkan memperluas jaringan dan memperkuat basis organisasi di daerah.
Kegiatan Konsolidasi dan Rapat Teknis Tim Task Force Partai Hanura se-Sumatera Barat turut dihadiri Ketua Dewan Penasihat Partai Hanura Irjen Pol (Purn) Marwan Faris, Sekretaris Tim Task Force DPP Hanura Hanurani Prajanto, Bendahara Tim Task Force Indah Sri Rezeki, serta anggota Tim Task Force Ratna Ester Lumban Tobing, Yossie Indra Pramana, dan Che Stevan Raihan Capella.(da*)


