Notification

×

Iklan

Guru Solok Selatan Diperkuat Hadapi TKA 2027

Rabu, 30 September 2026 | 18:17 WIB Last Updated 2026-09-30T11:28:06Z

Disdik Solsel Tingkatkan Kesiapan Guru TKA

Solsel, Rakyat rerkini.com — Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan terus memperkuat kesiapan tenaga pendidik dalam menghadapi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2027.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui pembinaan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika dan Bahasa Indonesia.

Kegiatan tersebut digelar selama dua hari, Rabu hingga Kamis, 30 September–1 Oktober 2026, bertempat di Aula SMP Negeri 3 Solok Selatan. Pesertanya merupakan para guru mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan, H. Hamudis, S.Pd., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan, mulai dari panitia, narasumber hingga para peserta.

Hamudis mengatakan, MGMP mempunyai posisi penting dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan.

Forum tersebut tidak sekadar menjadi tempat berkoordinasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang bagi guru untuk bertukar pengalaman, berbagi praktik pembelajaran, menyelaraskan kurikulum, menyusun bahan ajar serta meningkatkan kemampuan pedagogik dan profesional.

“Terutama menjelang pelaksanaan TKA, kegiatan pembinaan ini penting agar guru memiliki kesiapan yang sejalan, baik dalam penguasaan materi, metode pembelajaran maupun teknik asesmen,” katanya.

Ia menjelaskan sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian selama pembinaan. Pertama, guru diharapkan terus meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menggunakan pendekatan yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Penguasaan konsep dan keterampilan memecahkan masalah juga perlu menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran.

Kedua, guru didorong untuk melakukan penyesuaian serta inovasi terhadap bahan ajar. Materi dan instrumen evaluasi yang digunakan harus memiliki kualitas yang baik, relevan dengan kebutuhan peserta didik serta dapat dikaitkan dengan kondisi lokal. Penggunaan teknologi secara sederhana juga dapat dimanfaatkan untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan beragam.

Ketiga, Hamudis menekankan pentingnya kerja sama antara guru Matematika dan Bahasa Indonesia. Menurutnya, kedua mata pelajaran tersebut memiliki keterkaitan dalam membangun kemampuan akademik siswa.

Kemampuan literasi, misalnya, dapat membantu siswa memahami informasi dan soal-soal matematika. Sebaliknya, materi matematika juga dapat dimanfaatkan sebagai konteks untuk melatih kemampuan memahami teks. Karena itu, MGMP diharapkan mampu membuka ruang kolaborasi antarguru kedua mata pelajaran.

Hal berikutnya yang perlu diperhatikan adalah pemantauan dan tindak lanjut setelah pembinaan. Setiap hasil kegiatan diharapkan diterjemahkan ke dalam rencana kerja yang jelas, termasuk pihak yang bertanggung jawab, bentuk kegiatan, waktu pelaksanaan serta mekanisme evaluasinya.

“Kepala sekolah dan pengawas juga perlu dilibatkan agar hasil pembinaan benar-benar dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah,” ujarnya.

Hamudis mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kegiatan tersebut dengan aktif berdiskusi, bertukar pengalaman dan praktik baik, serta menyusun langkah nyata yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.

Selain itu, ia meminta tim penyusun materi memastikan modul TKA yang dikembangkan memuat indikator kompetensi utama, contoh soal, rubrik penilaian hingga strategi remedial yang mudah diterapkan guru dalam pembelajaran.

Hamudis berharap pembinaan MGMP tidak hanya memberikan manfaat selama kegiatan berlangsung, tetapi juga menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan dalam proses pembelajaran di sekolah.

“Teruslah berinovasi, membangun kolaborasi, dan mempertahankan semangat profesionalisme untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas di daerah kita,” tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan menargetkan kesiapan guru Matematika dan Bahasa Indonesia menghadapi TKA 2027 semakin optimal. Di sisi lain, kegiatan ini diharapkan turut meningkatkan kompetensi pendidik serta mendukung peningkatan prestasi belajar siswa di Kabupaten Solok Selatan.(Alwis)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update