Notification

×

Iklan

Erupsi Anak Krakatau Menurun, Abu Masih Ganggu Penerbangan

Senin, 07 September 2026 | 18:56 WIB Last Updated 2026-09-07T11:56:00Z

BNPB menyiapkan operasi modifikasi cuaca dari Kertajati 

Jakarta, Rakyatterkini.com — Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan mulai mengalami penurunan. Meski demikian, abu vulkanik yang masih terbawa angin menyebabkan aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah belum sepenuhnya normal.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyampaikan, abu vulkanik masih terdeteksi sejak Minggu (6/9/2026) hingga Senin (7/9/2026) pagi. Kondisi tersebut berdampak terhadap operasional sejumlah bandara di Jakarta, Lampung, dan Jawa Barat.

Menurut Suharyanto, pada hari sebelumnya penerbangan di sejumlah wilayah terdampak harus dihentikan sementara karena kondisi udara yang dipengaruhi abu vulkanik.

"Sebaran abu vulkanik sejak kemarin hingga malam dan pagi ini masih ada. Kemarin penerbangan di Jakarta, Lampung, dan Jawa Barat semuanya ditutup," ujar Suharyanto seusai rapat koordinasi di Graha Marinir Panti Perwira, Kwitang, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026).

Di tengah kondisi tersebut, BNPB bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga menghadapi kendala dalam menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Operasi yang sebelumnya direncanakan pada Minggu (6/9/2026) belum dapat dilakukan karena pesawat tidak bisa diberangkatkan dari bandara yang terdampak.

Suharyanto menjelaskan, BNPB semula mempertimbangkan Bandara Pondok Cabe dan Bandara Halim Perdanakusuma sebagai titik keberangkatan pesawat OMC. Namun, rencana tersebut tidak dapat direalisasikan akibat gangguan abu vulkanik.

Sebagai alternatif, BNPB menyiapkan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka. Bandara tersebut telah kembali dapat digunakan sehingga diharapkan menjadi titik keberangkatan pesawat untuk pelaksanaan OMC.

"Hari ini mudah-mudahan bisa, karena Kertajati di Majalengka sudah dibuka. Jadi kemungkinan operasi akan dilakukan dari sana," kata Suharyanto.

BNPB juga menyiapkan skenario cadangan apabila kondisi di Kertajati kembali terganggu. Pesawat untuk OMC dapat dialihkan ke Semarang dengan dukungan armada yang didatangkan dari Kalimantan.

Menurut Suharyanto, langkah tersebut diperlukan agar pelaksanaan OMC tetap berjalan apabila penerbangan di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya kembali terdampak abu vulkanik.

"Kalau Kertajati masih terganggu, pesawat OMC dari Kalimantan akan kami geser ke Semarang," ujarnya.

Ia menambahkan, apabila bandara di DKI Jakarta, Banten, Lampung, dan Sumatera Selatan belum dapat beroperasi normal, pelaksanaan OMC akan dipusatkan dari Jawa Tengah, khususnya Semarang.

OMC ditargetkan berlangsung pada Senin (7/9/2026) hingga Selasa (8/9/2026). Upaya tersebut dilakukan untuk memicu turunnya hujan yang diharapkan dapat membantu membersihkan atau meluruhkan abu vulkanik yang masih berada di udara.

"Mudah-mudahan hari ini dan besok bisa dilakukan, sehingga abu vulkanik yang saat ini mengganggu aktivitas masyarakat dapat segera luruh. Salah satu upaya yang paling efektif untuk membantu meluruhkannya adalah dengan mendatangkan hujan," tutur Suharyanto.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update