Notification

×

Iklan

Empat Rumah Ibadah Terdampak Galodo Arosuka

Jumat, 25 September 2026 | 05:56 WIB Last Updated 2026-09-24T22:56:00Z

Kepala Kemenag Sumbar, Mustafa

Arosuka, Rakyatterkini.com – Bencana galodo yang melanda kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin (21/9/2026) malam turut berdampak pada sejumlah rumah ibadah. Berdasarkan data sementara, terdapat empat rumah ibadah yang terdampak, terdiri dari dua masjid dan dua musala.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Barat, Mustafa, mengatakan informasi tersebut diperoleh dari laporan Kantor Kemenag Kabupaten Solok yang terus diperbarui.

“Untuk bencana di Solok, laporan awal yang kami terima dari Kabid Teknis Hurais menyebutkan ada dua tempat ibadah yang terdampak, yakni dua musala,” kata Mustafa seusai kegiatan ngopi pagi bersama wartawan di Kantor Kemenag Sumbar, Kamis (24/9/2026).

Setelah dilakukan pemutakhiran, jumlah rumah ibadah yang terdampak bertambah menjadi empat, yaitu dua masjid dan dua musala.

Mustafa menjelaskan, kerusakan pada rumah ibadah tersebut sejauh ini tergolong ringan. Material lumpur masuk ke dalam bangunan, tetapi belum ditemukan kerusakan pada struktur dinding.

“Kami mendapat informasi ada dua masjid dan dua musala yang terdampak. Kondisinya tidak terlalu berat. Lumpur masuk ke dalam masjid, tetapi dindingnya tidak mengalami kerusakan,” ujarnya.

Dampak paling banyak dirasakan pada perlengkapan ibadah. Lumpur yang terbawa material galodo mengotori sejumlah karpet dan sajadah yang berada di dalam rumah ibadah.

Kemenag Sumbar berencana mendatangi langsung lokasi terdampak untuk melakukan pengecekan sekaligus memberikan bantuan. Penyaluran bantuan tersebut akan dilakukan bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Sumbar.

“Kami dalam waktu dekat akan turun langsung untuk melihat kondisi tempat ibadah yang terdampak. Sekaligus nanti kami serahkan bantuan bersama UPZ Sumbar,” katanya.

Selain itu, Kemenag Kabupaten Solok telah diminta menyusun laporan tertulis mengenai kondisi rumah ibadah yang terkena dampak. Data tersebut nantinya akan disampaikan kepada Kementerian Agama RI sebagai bahan penanganan lebih lanjut.

“Kami sudah meminta Kemenag Kabupaten Solok mengirimkan data secara tertulis agar bisa diteruskan ke pusat,” tutur Mustafa.

Menurut dia, laporan rinci diperlukan untuk mengetahui kebutuhan yang paling mendesak dalam proses pemulihan. Untuk rumah ibadah, bantuan kemungkinan difokuskan pada pengadaan kembali perlengkapan yang rusak atau terdampak lumpur, seperti karpet dan sajadah.

“Semoga laporan tertulis segera kami terima sehingga bisa diketahui bantuan mendesak yang diperlukan, terutama untuk karpet dan sajadah di masjid maupun musala,” ujarnya.

Mustafa menegaskan, berdasarkan informasi sementara, fasilitas pendidikan keagamaan atau madrasah belum dilaporkan terkena dampak galodo. Bencana tersebut sejauh ini tercatat berdampak pada masjid dan musala.

“Untuk madrasah tidak ada laporan, yang terdampak hanya masjid dan musala. Totalnya ada empat dan datanya akan terus kami perbarui,” katanya.

Galodo Terjang Arosuka

Sebelumnya, galodo menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, pada Senin (21/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Bencana tersebut membawa material lumpur, batu, dan kayu yang menerjang permukiman serta sejumlah fasilitas umum.

Wilayah di sekitar Kompleks Kantor Bupati Solok menjadi salah satu lokasi yang terdampak cukup parah. Material bencana masuk ke rumah-rumah warga dan menutup sejumlah akses jalan.

Data sementara penanganan bencana mencatat sekitar 100 rumah terdampak. Sebanyak 77 warga telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Bencana tersebut juga mengakibatkan empat orang mengalami luka-luka. Salah seorang korban harus menjalani perawatan di RSUP Dr. M Djamil Padang.

Dalam kejadian itu, dua warga sempat dinyatakan hilang. Tim SAR gabungan kemudian menemukan salah seorang korban di aliran Sungai Koto Gaek–Jawi-jawi pada Selasa (22/9/2026).

Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan diketahui bernama Dafi, berusia sekitar 20 tahun. Lokasi penemuan jasad berada sekitar 11 kilometer dari titik awal terjadinya bencana.

Sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.

Selain berdampak terhadap permukiman, galodo juga merusak sejumlah infrastruktur. Material lumpur dan kayu menutup beberapa ruas jalan, sementara sebuah jembatan dilaporkan mengalami kerusakan.

Jalur Solok–Padang sempat tidak dapat dilalui karena badan jalan tertutup material galodo. Setelah dilakukan pembersihan oleh petugas gabungan bersama masyarakat, akses tersebut kembali dibuka menggunakan sistem buka-tutup.

Hingga Kamis (24/9/2026), jalur Solok–Padang dilaporkan telah kembali normal. Meski demikian, petugas masih melakukan pemantauan serta membersihkan material bencana di sejumlah titik.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update