Notification

×

Iklan

Elf Bawa 16 Orang Terjun ke Pasar di Tanjakan Bundelan

Sabtu, 26 September 2026 | 18:48 WIB Last Updated 2026-09-26T11:48:00Z

Korban kecelakaan elf di Tanjakan Bundelan saat mendapat penanganan di Rumah Sakit Islam Cawas, Klaten. 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kecelakaan terjadi di Tanjakan Bundelan, kawasan perbatasan Kabupaten Gunungkidul dan Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2026) siang. Sebuah mobil elf yang membawa rombongan keluarga berisi 16 orang mengalami kecelakaan saat hendak menuju kawasan wisata Pantai Drini.

Kendaraan bernomor polisi AD 7081 GD tersebut diduga kehilangan tenaga ketika melewati tanjakan curam. Mobil kemudian bergerak mundur hingga keluar dari badan jalan dan terperosok ke area pasar desa yang berada di bawahnya.

Sebelum kecelakaan, rombongan diketahui berkumpul terlebih dahulu di rumah kerabat mereka di wilayah Ngandong, Kabupaten Boyolali. Setelah itu, mereka berangkat menggunakan mobil elf untuk berwisata ke kawasan pantai di Gunungkidul.

Perjalanan dilakukan dengan mengikuti arahan aplikasi Google Maps. Karena pengemudi tidak mengetahui kondisi jalan secara detail, kendaraan akhirnya diarahkan melewati Jalan Bundelan yang memiliki tanjakan cukup ekstrem.

Relawan Joko Pamungkas mengatakan rombongan tersebut mayoritas berasal dari Boyolali, sementara beberapa orang di antaranya merupakan tamu dari Jakarta.

"Korban ini sebenarnya dari Boyolali, tapi tamu dari Jakarta. Rencana mau ke Pantai Parangtritis Gunungkidul, berhubung sopirnya mengikuti google (maps) maka lewatlah Jalan Bundelan," kata Joko, Sabtu (26/9/2026).

Menurut Joko, insiden bermula ketika mobil mulai melewati tanjakan pertama. Kendaraan diduga tidak memiliki tenaga yang cukup untuk terus menanjak sehingga akhirnya meluncur mundur.

Pengemudi kemudian membanting setir ke kiri sebagai upaya menghindari kondisi yang lebih buruk. Namun, kendaraan justru keluar dari jalur dan terperosok ke sisi bawah jalan.

Mobil sempat menghantam pembatas sebelum akhirnya jatuh ke area pasar desa.

"Di tanjakan pertama mobil sudah tidak kuat, sopir banting kiri akhirnya jatuh. Di bawahnya itu pasar, untuknya sudah ditutup jadi tidak ada korban lain selain dari penumpang," jelas Joko.

Warga bersama relawan kemudian mengevakuasi seluruh penumpang dari kendaraan. Para korban selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit Islam Cawas, Klaten, untuk memperoleh perawatan.

Dari total 16 orang yang berada di dalam mobil, seorang penumpang bernama Daryanti meninggal dunia. Tiga orang mengalami luka berat, sementara penumpang lainnya menderita luka ringan.

Sebagian korban yang kondisinya sudah membaik diperbolehkan pulang. Relawan juga membantu proses pemulangan korban menuju daerah asal masing-masing.

"Satu korban meninggal, tiga patah, terus delapan sudah dibawa pulang. Pemulangan korban nanti dibantu relawan ke Boyolali lalu ke Bekasi," ujar Joko.

Salah satu penumpang, Arsad, mengungkapkan bahwa dirinya sempat merasakan kendaraan bergerak mundur ketika berada di tanjakan. Saat kejadian, seluruh rombongan masih berada di dalam mobil.

"Awalnya dari tempat saudara terus rencana ke Pantai Drini. Saat di tanjakan, mobilnya malah mundur lagi. Kami di mobil ada 16 orang, saudara semua. Kami tujuan mau jalan-jalan ke pantai dari Boyolali," tutur Arsad.

Kecelakaan tersebut turut menyebabkan sejumlah kios di pasar desa mengalami kerusakan akibat tertabrak kendaraan. Beruntung, tidak ada warga di area pasar yang menjadi korban karena pasar sedang dalam kondisi tutup saat insiden berlangsung.

Polisi masih melakukan penanganan di lokasi. Petugas juga melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab mobil kehilangan tenaga hingga akhirnya mundur dan terjun ke area pasar.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update