Notification

×

Iklan

Disdik Sumbar Kaji Pembelajaran Daring

Selasa, 08 September 2026 | 17:48 WIB Last Updated 2026-09-08T10:48:00Z

Kabut asap menyelimuti Kota Padang sejak beberapa hari belakangan

Padang, Rakyatterkini.com — Dinas Pendidikan Sumatera Barat (Disdik Sumbar) tengah mengkaji kemungkinan penerapan pembelajaran secara daring bagi siswa sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap yang memengaruhi kualitas udara di sejumlah daerah.

Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Habibul Fuadi, mengatakan pihaknya masih melakukan pemantauan dan pembahasan bersama pihak terkait sebelum mengambil keputusan mengenai kebijakan tersebut.

Menurutnya, wacana pembelajaran daring sebelumnya disampaikan oleh salah seorang Wakil Ketua DPRD Sumbar. Selain belajar dari rumah bagi siswa, usulan tersebut juga mencakup penerapan bekerja dari rumah bagi aparatur.

“Kami masih melihat perkembangan kondisi dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Keputusan akan disampaikan kemudian,” ujar Habibul kepada Katasumbar, Selasa (8/9/2026).

Untuk sementara, Disdik Sumbar meminta seluruh satuan pendidikan mengacu pada Surat Edaran Gubernur Sumbar mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam menghadapi kondisi kabut asap.

“Imbauannya sudah dituangkan dalam surat edaran gubernur,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Stasiun GAW Bukit Koto Tabang, Sugeng Nugroho, menyampaikan hasil pemantauan kualitas udara pada Selasa (8/9/2026). Ia menyebut sejumlah daerah Sumbar yang berbatasan dengan Provinsi Riau mengalami kualitas udara pada level sedang hingga mendekati kategori tidak sehat.

Wilayah Pangkalan dan Harau di Kabupaten Limapuluh Kota, misalnya, menunjukkan kondisi udara antara kategori sedang dan tidak sehat. Kondisi serupa juga perlu mendapat perhatian di Dharmasraya yang berbatasan langsung dengan Riau.

“Daerah seperti Limapuluh Kota dan Dharmasraya perlu diperhatikan karena berbatasan dengan wilayah Riau,” kata Sugeng.

Di Limapuluh Kota, hasil pengukuran menunjukkan konsentrasi partikulat PM2,5 berada di kisaran 41,5 sampai 48 mikrogram per meter kubik. Meski masih termasuk kategori sedang, angka tersebut dinilai cukup tinggi.

Sugeng menjelaskan, kualitas udara dikategorikan baik apabila konsentrasi PM2,5 berada pada rentang 0 hingga 15 mikrogram per meter kubik. Sementara itu, konsentrasi 15 hingga 55,4 mikrogram per meter kubik masuk kategori sedang, sedangkan angka di atas 55,5 mikrogram per meter kubik tergolong tidak sehat.

Selain Limapuluh Kota dan Dharmasraya, Kabupaten Sijunjung serta Solok Selatan juga berada dekat dengan wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.

“Daerah yang berbatasan dengan wilayah terdampak karhutla antara lain Limapuluh Kota, Dharmasraya, Sijunjung, dan Solok Selatan. Karena itu, daerah perbatasan tersebut cenderung mengalami kualitas udara yang lebih buruk,” jelasnya.

Sementara kawasan pesisir barat Sumbar, termasuk Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan, secara umum masih berada dalam kategori sedang.

Sugeng menyebut kondisi Pesisir Selatan relatif serupa dengan Padang karena keduanya berada di sisi barat Pulau Sumatera.

“Pesisir Selatan kondisinya lebih menyerupai Padang karena sama-sama berada di kawasan pantai barat,” ujarnya.

Untuk Kota Padang, secara umum kualitas udara masih tergolong baik. Meski demikian, kondisi tersebut dapat berubah pada waktu-waktu tertentu menjadi kategori sedang bahkan tidak sehat.

Berdasarkan pemantauan pada Selasa, hampir seluruh kecamatan di Padang berada dalam kategori sedang pada periode pengamatan mulai tengah malam hingga malam hari.

Sugeng memperkirakan kondisi udara di Padang pada Rabu (9/9/2026) akan relatif lebih baik pada pagi hari. Namun, kualitas udara diprediksi kembali masuk kategori sedang mulai siang hingga malam.

Sementara itu, pola berbeda terlihat di Dharmasraya. Kualitas udara di daerah tersebut cenderung memburuk pada pagi hari.

“Sejak dini hari hingga sekitar pukul 10.00 WIB, kualitas udara berada pada kategori tidak sehat. Setelah matahari mulai tinggi, kondisinya membaik, tetapi kembali memburuk pada sore hingga malam hari,” tutup Sugeng.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update