Notification

×

Iklan

Data Center Indonesia Diproyeksi Tembus 11 GW

Minggu, 06 September 2026 | 13:28 WIB Last Updated 2026-09-06T06:28:00Z

Industri Data Center RI Masuk Fase Ekspansi

Jakarta, Rakyatterkini.com — Industri pusat data di Indonesia tengah memasuki periode pertumbuhan pesat. Ketua Umum Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO), Hendra Suryakusuma, memperkirakan kapasitas data center nasional dapat meningkat drastis dari sekitar 630 MW pada Mei 2026 menjadi 11 GW pada 2030.

Pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari meningkatnya kebutuhan komputasi, khususnya untuk pengembangan dan pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI). 

Menurut Hendra, pembangunan data center membutuhkan investasi sekitar US$10 juta untuk setiap 1 MW kapasitas. Nilai tersebut belum memperhitungkan biaya pengadaan lahan maupun kebutuhan operasional.

Dalam waktu dekat, penambahan kapasitas diperkirakan berasal dari berbagai proyek yang saat ini telah memasuki tahap pembangunan, energization, hingga commissioning. Meski demikian, perkembangan kapasitas data center tetap akan dipengaruhi oleh ketersediaan pasokan listrik serta kemampuan pasar dalam menyerap kapasitas yang tersedia.

Sejumlah perusahaan pun mulai memperbesar kapasitas dan membangun fasilitas baru. Salah satunya DCI Indonesia ($DCII), yang berencana meningkatkan kapasitas terpasangnya dari 128 MW pada 2025 menjadi lebih dari 850 MW dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Sementara di segmen AI, Indosat ($ISAT) menggandeng Ooredoo Group, Nokia, dan Nvidia untuk membangun AI factory berkapasitas 200 MW di Batang, Jawa Tengah. Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada semester pertama 2027.

Platform Zankore juga diperkirakan terus berkembang dengan kapasitas yang ditargetkan mencapai 1 GW pada 2029.

Di Batam, Firmus Technologies bersama DayOne tengah mengembangkan Nvidia DSX AI Factory dengan kapasitas 360 MW. Fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal I 2027. Selain itu, CoreWeave telah mengumumkan rencana pembangunan tiga data center dengan total kapasitas 360 MW yang diproyeksikan mulai beroperasi pada 2028.

Bertambahnya proyek berskala besar tersebut turut memperkuat prospek bisnis data center di pasar modal Indonesia. Kondisi ini berpotensi memberikan keuntungan bagi perusahaan yang berada di sepanjang rantai industri, baik yang bergerak di bidang infrastruktur data center, penyediaan energi listrik, maupun teknologi pendukung.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update