Notification

×

Iklan

Bank Sampah Pondok Permai Ubah Sampah Jadi Rupiah

Rabu, 23 September 2026 | 14:54 WIB Last Updated 2026-09-23T07:54:00Z

Kreativitas daur ulang warga di Kelurahan Limau Manis Selatan, Kota Padang.

Padang, Rakyatterkini.com – Persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan di kawasan perkotaan mulai diatasi masyarakat Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, melalui pengelolaan berbasis komunitas.

Salah satu yang menjadi contoh adalah Bank Sampah Pondok Permai. Kehadiran lembaga tersebut tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu mengubah sampah rumah tangga menjadi sumber pendapatan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Pengelola Bank Sampah Pondok Permai menerapkan berbagai inovasi dalam menangani sampah, baik organik maupun anorganik. Program yang dijalankan antara lain taman biopori, penggunaan komposter, produksi ecoenzym, hingga pemanfaatan tabungan sampah untuk membantu pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Kinerja tersebut mendapat apresiasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang. Kepala Bidang Program dan Pembangunan Lingkungan DLH Kota Padang, Fuad Syukri, menilai Bank Sampah Pondok Permai telah menerapkan pola pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat secara aktif.

"Bank Sampah Pondok Permai menunjukkan praktik pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang cukup baik dan berkelanjutan. Pengelolaan tidak hanya dilakukan terhadap sampah daur ulang, tetapi juga sampah sisa makanan melalui berbagai inovasi seperti taman biopori, komposter, ecoenzym, serta pengolahan lainnya," kata Fuad Syukri, Rabu (23/9/2026).

Menurutnya, aktivitas bank sampah tersebut telah berkembang menjadi bagian dari penerapan ekonomi sirkular di tingkat masyarakat. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini dapat dikumpulkan, diolah, dan dikonversi menjadi manfaat ekonomi.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan saldo tabungan sampah untuk pembayaran PBB. Nasabah dapat mengonversikan nilai sampah yang mereka tabung menjadi rupiah, kemudian digunakan untuk mengurangi atau melunasi kewajiban pajak tahunan.

Fuad mengatakan, pola tersebut memberikan manfaat ganda. Selain membantu mengurangi volume sampah, masyarakat juga memperoleh keuntungan ekonomi dari aktivitas pengelolaan lingkungan.

"Yang menarik, seluruh kegiatan ini tumbuh secara mandiri dengan memberdayakan masyarakat sekitar dan memberikan manfaat ekonomi bagi nasabah, termasuk melalui konversi tabungan sampah untuk membantu pembayaran PBB," ujarnya.

Inovasi Bank Sampah Pondok Permai juga mencakup pemanfaatan sampah organik dan pengembangan produk kreatif. Sisa makanan dari rumah tangga serta sampah yang berasal dari Lembaga Pengelola Sampah (LPS) diolah menjadi ecoenzym yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.

Sementara itu, masyarakat, termasuk kelompok ibu-ibu, turut menghasilkan sejumlah produk bernilai jual. Di antaranya sabun untuk kebutuhan rumah tangga dan kerajinan berupa tas yang dibuat dari material hasil pemanfaatan kembali.

Konsistensi dalam menjalankan berbagai program tersebut turut mengantarkan Bank Sampah Pondok Permai meraih penghargaan Padang Rancak Award 2025.

Penghargaan tersebut tidak semata-mata menjadi simbol keberhasilan. Dana apresiasi yang diterima kemudian dimanfaatkan kembali untuk memperbaiki dan melengkapi fasilitas serta sarana operasional bank sampah.

Untuk memperkuat proses pengelolaan sampah dari pengumpulan hingga penyaluran, pengelola juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Kemitraan dilakukan dengan pengepul dalam skala besar maupun sejumlah perusahaan agar sampah yang terkumpul dapat terserap secara optimal.

"Bank Sampah Pondok Permai juga telah membangun kolaborasi dengan LPS dalam pengangkutan dan pengolahan sampah, serta bekerja sama dengan PT Semen Padang dalam pengelolaan sampah yang memiliki nilai ekonomi rendah atau low value," jelas Fuad.

Dengan pola pengelolaan yang mencakup proses dari sumber sampah hingga pemanfaatan akhirnya, DLH Kota Padang menilai Bank Sampah Pondok Permai dapat menjadi salah satu model yang diterapkan di wilayah lain.

Pengelolaan berbasis masyarakat tersebut tidak hanya membantu mengurangi persoalan sampah sejak dari sumbernya, tetapi juga membuka peluang ekonomi, memperkuat partisipasi warga, serta menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update