Notification

×

Iklan

12 Warga Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon

Selasa, 08 September 2026 | 01:44 WIB Last Updated 2026-09-07T21:25:12Z

Serangan udara Israel di Kfar Rumman, Lebanon, menewaskan 12 orang termasuk anak-anak pada Senin (7/9/2026) dini hari.

Jakarta, Rakyatterkini.com – Sedikitnya 12 orang dilaporkan meninggal dunia setelah Angkatan Udara Israel melancarkan dua serangan udara di Desa Kfar Rumman, Lebanon, pada Senin (7/9/2026) dini hari. Sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka, termasuk beberapa anak-anak.

Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan serangan pertama menghantam sebuah bangunan yang menjadi tempat tinggal sejumlah keluarga. Sebanyak 11 orang tewas dalam insiden tersebut, termasuk dua anak dan empat perempuan. Delapan korban lainnya terluka, di antaranya tiga anak-anak serta seorang tenaga medis.

Serangan berikutnya menyasar sebuah kendaraan di lokasi yang sama. Seorang petugas medis dari Asosiasi Pramuka Islam Risala Lebanon tewas, sedangkan dua orang lainnya dilaporkan mengalami cedera.

Militer Israel mengatakan serangan tersebut merupakan tindakan balasan atas dua serangan drone yang disebut menargetkan pasukan Israel di wilayah Lebanon. Israel juga mengklaim operasi udara itu diarahkan kepada seorang anggota Hizbullah yang diduga tengah membawa senjata menuju Kfar Rumman.

Hizbullah sejauh ini tidak menyatakan bertanggung jawab atas serangan drone yang disebut Israel tersebut. Kelompok itu juga belum mengeluarkan keterangan mengenai serangkaian serangan Israel yang semakin meningkat di sekitar Provinsi Nabatiyeh.

Situasi di Kfar Rumman membuat warga semakin khawatir. Salah seorang penduduk, Fouad Chakaron, mengatakan masyarakat sebelumnya sudah terbiasa dengan serangan artileri di daerah pinggiran desa. Namun, serangan terbaru dinilai semakin mengkhawatirkan karena menyasar kawasan pusat permukiman.

Warga lainnya, Saleh Medlej, mengatakan bangunan yang terkena serangan dihuni oleh beberapa keluarga, termasuk anak-anak. Ia mempertanyakan alasan bangunan tersebut menjadi sasaran serangan dan menyatakan dirinya tidak berniat meninggalkan kampung halamannya meskipun ancaman serangan masih berlangsung.

Pada hari yang sama, militer Israel juga mengeluarkan perintah evakuasi terhadap sebuah rumah di Desa Deir al-Zahrani. Beberapa waktu kemudian, sebuah bangunan di lokasi tersebut terkena serangan. Israel menyebut tindakan itu sebagai respons atas serangan drone yang dilakukan kelompok bersenjata Hizbullah. Hingga kini belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Sehari sebelumnya, Minggu (6/9/2026), serangan Israel di Lebanon bagian selatan juga menewaskan sedikitnya tujuh orang. Dalam serangan tersebut, sebuah rumah sakit yang sedang tidak digunakan turut mengalami kerusakan berat.

Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah yang sebelumnya dimediasi Amerika Serikat diketahui telah beberapa kali dilanggar. Israel masih melakukan serangan udara di sejumlah wilayah Lebanon, sementara Hizbullah juga dilaporkan melancarkan serangan menggunakan drone terhadap pasukan Israel.

Pada Juni 2026, Lebanon dan Israel menyepakati kerangka perjanjian yang difasilitasi Amerika Serikat. Salah satu poinnya mengatur penarikan pasukan Israel dari Lebanon selatan dengan imbalan proses pelucutan senjata Hizbullah.

Namun, pelaksanaan kesepakatan tersebut masih menghadapi hambatan. Hizbullah tidak terlibat langsung dalam perundingan antara Lebanon dan Israel serta menolak menyerahkan persenjataannya di wilayah Lebanon selatan yang berada di sebelah utara Sungai Litani.

Sementara itu, Israel menyatakan pasukannya belum akan meninggalkan Lebanon sepenuhnya sebelum Hizbullah dilucuti dari persenjataannya di seluruh wilayah Lebanon.

Wali Kota Kfar Rumman Abdullah Farhat mengecam keras serangan yang terjadi di wilayahnya. Ia menyebut kejadian tersebut sebagai pembantaian dan mempertanyakan manfaat kesepakatan yang telah dibuat oleh pemerintah Lebanon dan Israel.

Menurut Farhat, masyarakat di wilayah tersebut justru menjadi pihak yang harus menanggung dampak dari kesepakatan politik dan konflik yang masih berlangsung.

Ia menilai serangan yang terus terjadi menunjukkan bahwa masih ada pihak yang tidak mengindahkan kesepakatan maupun keselamatan warga sipil.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update