Notification

×

Iklan

Polda Sumbar Tanam Bawang Putih di Solok

Kamis, 20 Agustus 2026 | 05:28 WIB Last Updated 2026-08-19T22:28:00Z

Polda Sumbar Tanam Bawang Putih 2 Hektare di Solok

Solok, Rakyatterkini.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat bersama kelompok tani menggelar penanaman bawang putih secara serentak di lahan seluas 2 hektare di Jorong Aia Tawa Utara, Nagari Kampuang Batu Dalam, Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhi bersama jajaran. Penanaman dilakukan bersama Kelompok Tani Mitra Aia Tambau Sukses sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Wilayah Danau Kembar dipilih karena memiliki karakteristik lahan yang dinilai sesuai untuk pengembangan bawang putih. Sebagian besar areal pertanian di kawasan tersebut berada pada ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut.

Kapolda Sumbar mengatakan, gerakan penanaman bawang putih secara serentak dilaksanakan di 17 provinsi sebagai salah satu langkah pemerintah menuju swasembada komoditas tersebut.

Khusus di Sumatera Barat, terdapat lima daerah yang menjadi lokasi pengembangan bawang putih, yakni Kabupaten Agam, Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Solok.

Pada tahap perdana, lahan seluas 2 hektare ditanami menggunakan sekitar 1,6 ton bibit. Dari areal tersebut, hasil panen diproyeksikan mencapai sekitar 12 ton bawang putih.

Djati menegaskan bahwa Polda Sumbar akan terus mendukung berbagai kebijakan pemerintah di sektor ketahanan pangan. Dukungan kepada petani dilakukan sejak tahap persiapan lahan, penyediaan pupuk, hingga pengawasan distribusi dan pemasaran hasil pertanian.

Menurutnya, peran Polri dalam mendukung sektor pangan telah memberikan kontribusi terhadap berbagai upaya pencapaian swasembada pangan pada periode sebelumnya.

Ia juga berharap lahan percontohan tersebut dapat menarik minat lebih banyak petani untuk mengembangkan bawang putih. Hal itu dinilai penting karena minat masyarakat untuk menanam komoditas tersebut di Sumatera Barat masih relatif terbatas.

Kepala Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Barat, Afniwirman, menyampaikan bahwa tahap awal penanaman diarahkan untuk menghasilkan bibit bawang putih yang bermutu.

Ia meminta seluruh instansi terkait melakukan pendampingan secara berkelanjutan, mulai dari proses budidaya hingga masa panen. Dengan pengawasan tersebut, diharapkan dapat dihasilkan benih yang memenuhi ketentuan serta memiliki kualitas baik.

Afniwirman mengakui produksi bawang putih di Sumatera Barat masih tergolong rendah. Kondisi itu berbeda dengan bawang merah yang telah berkembang sebagai salah satu komoditas pertanian unggulan di daerah tersebut.

Sementara itu, Wakil Bupati Solok H. Candra menyambut baik penunjukan Kabupaten Solok sebagai salah satu wilayah pengembangan program swasembada bawang putih.

Menurut Candra, karakteristik wilayah Kabupaten Solok sangat mendukung pengembangan berbagai kegiatan pertanian. Karena itu, ia menilai Solok merupakan lokasi yang tepat untuk menjalankan program tersebut.

Ia menambahkan, Kabupaten Solok selama ini juga dikenal sebagai salah satu sentra produksi pertanian di Sumatera Barat.

Adapun data terkait jumlah produksi beras dan bawang merah yang disampaikan Wakil Bupati Solok masih perlu dicocokkan dengan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) sebelum digunakan sebagai angka faktual dalam pemberitaan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update