Notification

×

Iklan

Penambang Belitung Timur Ricuh, Kantor PT Timah Dibakar

Jumat, 07 Agustus 2026 | 23:44 WIB Last Updated 2026-08-07T16:44:00Z

Kantor PT Timah Tbk di Belitung Timur dibakar massa penambang 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Unjuk rasa yang melibatkan ribuan penambang di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, berujung kericuhan pada Jumat (7/8/2026). Massa yang kecewa membakar sejumlah fasilitas milik PT Timah Tbk di Desa Lenggang, Kecamatan Gantung.

Bangunan yang menjadi sasaran massa di antaranya Kantor Unit Produksi dan gudang perusahaan. Selain membakar bangunan, pengunjuk rasa juga membakar ban bekas, merusak pos penjagaan, serta melempari bagian kaca gudang dengan batu.

Aksi tersebut dipicu persoalan harga pembelian timah hasil tambang rakyat yang dianggap terlalu rendah. Para penambang juga mengeluhkan kesulitan menjual hasil tambang mereka kepada perusahaan.

Ketegangan meningkat setelah para penambang berusaha bertemu dengan pimpinan PT Timah, namun tidak mendapatkan respons seperti yang mereka harapkan. Kondisi itu membuat massa semakin emosi hingga berujung pada tindakan anarkistis.

Salah seorang perwakilan penambang menyebutkan, sebelumnya telah dicapai kesepakatan antara penambang dan perusahaan mengenai harga pembelian timah rakyat sebesar Rp170.000 per kilogram. Kesepakatan tersebut dibuat pada Senin lalu.

Namun, menurut penambang, kesepakatan itu belum berjalan maksimal. PT Timah disebut tidak dapat membeli seluruh hasil tambang rakyat karena adanya keterbatasan anggaran.

Setelah terjadi pembakaran, Kepala Unit Wilayah Produksi Belitung PT Timah, Feryandi, akhirnya menemui massa yang masih berkumpul di sekitar lokasi.

Dalam pertemuan tersebut, para penambang menyampaikan sejumlah tuntutan. Mereka meminta seluruh titik pembelian timah kembali beroperasi secara normal dan perusahaan menaikkan harga pembelian timah rakyat menjadi Rp200.000 per kilogram.

"Kami ingin seluruh tempat pembelian kembali dibuka seperti biasa dan hasil tambang kami dibeli dengan harga yang pantas," ujar Tatap, salah seorang penambang.

Untuk meredakan situasi, kedua pihak kemudian mencapai kesepakatan yang dituangkan dalam surat perjanjian tertulis bermaterai. Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh perwakilan penambang dan PT Timah serta disaksikan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Belitung Timur.

Setelah kesepakatan ditandatangani, kondisi di sekitar lokasi berangsur kembali aman. Massa pun perlahan meninggalkan lokasi dan membubarkan diri dengan tertib(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update