Jakarta, Rakyatterkini.com – Seorang perempuan berinisial SA (39) membuat warga di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, geger setelah nekat memanjat menara pemancar TVRI di Jalan Haji Imran, Jumat (7/8/2026).
Perempuan yang tinggal di Jalan Hasan Mansur, Kecamatan Baamang, itu diduga tengah mengalami tekanan berat akibat persoalan keluarga. Dari atas menara dengan ketinggian sekitar 10 meter, SA sempat mengancam akan melompat.
Aksi tersebut diketahui setelah seorang pegawai transmisi TVRI melihat SA berada di atas menara seusai menjalankan salat Subuh. Temuan itu kemudian disampaikan kepada ketua RT setempat.
Ketua RT bersama sejumlah warga langsung mendatangi lokasi untuk membujuk SA agar turun. Namun, upaya awal tersebut justru membuat perempuan itu semakin emosi. Ia memperingatkan warga agar tidak mendekat karena mengancam akan melompat dari menara.
Melihat kondisi tersebut, beberapa warga kemudian memberanikan diri memanjat menara untuk melakukan pendekatan secara langsung.
Ketua RT setempat, Zulkifli, mengatakan proses negosiasi berlangsung cukup menegangkan. Warga membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk meyakinkan SA agar bersedia turun.
Setelah dilakukan pendekatan secara perlahan, SA akhirnya bersedia meninggalkan menara. Namun, ia mengajukan satu permintaan, yakni proses evakuasi tidak direkam menggunakan telepon seluler.
Permintaan itu kemudian disetujui warga. Untuk mengantisipasi risiko selama proses evakuasi, warga memasangkan tali pengaman pada tubuh SA sebelum membantunya turun dari menara.
SA akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Setelah berada di bawah, perempuan tersebut diserahkan kepada petugas Polsek Ketapang yang datang ke lokasi untuk mendapatkan penanganan dan pendampingan lebih lanjut.
Informasi sementara menyebutkan, aksi tersebut diduga berkaitan dengan tekanan psikologis yang dialami SA akibat persoalan dalam keluarganya.(da*)


