Notification

×

Iklan

Pemprov Sumbar Genjot Infrastruktur dari Dana TKD

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 05:22 WIB Last Updated 2026-08-07T22:22:00Z

Perbaikan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas penggunaan tambahan dana TKD di Sumbar.

Padang, Rakyatterkini.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terus menggenjot pembangunan infrastruktur dengan memanfaatkan tambahan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) yang diberikan pemerintah pusat.

Dari tambahan TKD senilai Rp534,98 miliar, sebesar Rp258,45 miliar di antaranya disalurkan melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumbar. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung 18 program strategis yang pelaksanaannya tersebar di sejumlah wilayah.

Kepala Dinas BMCKTR Sumbar, Armizoprades, mengatakan sebagian besar program yang mendapat pembiayaan dari tambahan TKD sudah mulai dikerjakan.

Berdasarkan catatan hingga 31 Juli 2026, penyerapan anggaran telah mencapai lebih dari Rp20 miliar atau sekitar 8,06 persen. Sementara itu, perkembangan pekerjaan secara fisik sudah berada di angka 20,53 persen.

“Sebagian besar kegiatan sudah berjalan. Sampai 31 Juli, realisasi keuangan mencapai 8,06 persen, sedangkan progres fisiknya sudah 20,53 persen,” kata Armizoprades di Padang, Jumat (7/8/2026).

Ia menjelaskan, tambahan anggaran tersebut diarahkan terutama untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Sejumlah proyek yang masuk dalam pembiayaan antara lain peningkatan sistem penyediaan air minum, pembangunan TPA Regional Payakumbuh, pengembangan drainase perkotaan, rehabilitasi dan rekonstruksi jalan provinsi, pembangunan serta penggantian jembatan, pemeliharaan jalan secara rutin, pengadaan Jembatan Bailey, serta kegiatan penguatan tata ruang dan pengawasan pembangunan infrastruktur.

Untuk sektor jalan dan jembatan, alokasi terbesar diberikan untuk rehabilitasi jalan provinsi dengan nilai Rp104,39 miliar. Berikutnya, rekonstruksi jalan provinsi sebesar Rp49,03 miliar, penggantian jembatan Rp28,68 miliar, pembangunan jembatan Rp26,73 miliar, pengadaan Jembatan Bailey Rp14,20 miliar, dan pemeliharaan rutin jalan provinsi senilai Rp15,85 miliar.

Progres Pekerjaan Sesuai Target

Armizoprades menyebut pelaksanaan berbagai proyek tersebut secara keseluruhan masih berjalan sesuai rencana. Menurutnya, capaian fisik yang baru sekitar 20 persen tidak menunjukkan adanya keterlambatan pekerjaan.

Ia menerangkan, sejumlah kegiatan masih berada dalam tahapan administrasi, proses pengadaan, hingga pekerjaan teknis di lapangan. Seluruh tahapan tersebut harus dilaksanakan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku.

“Secara umum progresnya cukup baik. Realisasi fisik sekitar 20 persen bukan berarti pekerjaan mengalami keterlambatan. Ada tahapan teknis yang harus diselesaikan dalam proses pelaksanaan,” jelasnya.

Ia optimistis seluruh proyek yang dibiayai melalui tambahan TKD tersebut dapat dirampungkan sesuai target pada Desember 2026.

Di sisi lain, pelaksanaan sejumlah proyek berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat, khususnya di ruas jalan yang sedang dikerjakan. Gangguan terhadap arus lalu lintas maupun kenyamanan warga menjadi salah satu konsekuensi dari proses pembangunan.

Karena itu, Armizoprades meminta dukungan dan pengertian masyarakat selama pekerjaan berlangsung.

“Kami memohon maaf jika selama pekerjaan terdapat gangguan terhadap kenyamanan masyarakat maupun kelancaran lalu lintas. Ini merupakan bagian dari proses percepatan pembangunan infrastruktur yang nantinya memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update