Padang, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota Padang mulai melaksanakan pekerjaan fisik untuk memperbaiki sejumlah infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat banjir. Rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut mencakup sejumlah bendungan, drainase, serta fasilitas penghubung masyarakat.
Pelaksanaan proyek dilakukan setelah seluruh tahapan perencanaan dan proses tender yang diperlukan di lingkungan Pemko Padang selesai. Anggaran perbaikan berasal dari Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang kembali disalurkan pemerintah pusat kepada Pemko Padang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, Malvi Hendri, mengatakan pekerjaan di lapangan telah dimulai. Sejumlah alat berat dan tenaga kerja telah dikerahkan ke lokasi yang terdampak kerusakan cukup parah.
Beberapa wilayah yang menjadi sasaran pekerjaan di antaranya Limau Manis, Lubuk Kilangan, hingga Tabiang Banda Gadang.
"Untuk saat ini sudah ada tujuh paket pekerjaan fisik yang mulai dikerjakan. Di antaranya rekonstruksi jembatan di Kampung Jambak, rehabilitasi bendungan Limau Manis, bendungan Lubuk Kilangan, bendungan Sungkai, serta perbaikan drainase di Tabiang Banda Gadang," kata Malvi, Senin (10/8/2026).
Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya mempercepat proses pemulihan wilayah yang terdampak bencana. Namun, ia menjelaskan bahwa pengerjaan proyek yang menggunakan anggaran negara harus melalui tahapan administrasi dan ketentuan hukum yang berlaku.
Menurutnya, proses perencanaan hingga tender tidak dapat dilewati begitu saja karena menjadi bagian dari prosedur pengelolaan anggaran pemerintah.
"Kami tentu juga ingin pekerjaan ini segera berjalan, sama seperti harapan masyarakat. Tetapi seluruh tahapan perencanaan dan tender harus dilalui sesuai aturan. Alhamdulillah, sekarang beberapa pekerjaan rehabilitasi fisik sudah mulai berjalan setelah seluruh proses tersebut selesai," ujar Fadly.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang harus menunggu proses administrasi sebelum pekerjaan fisik dapat dimulai. Fadly mengapresiasi kesabaran warga selama masa tersebut.
"Atas nama pemerintah, kami meminta maaf sekaligus berterima kasih kepada masyarakat Kota Padang yang telah bersabar menunggu," katanya.
Dimulainya tujuh paket pekerjaan tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan fungsi infrastruktur, khususnya sistem pengendalian air dan akses transportasi masyarakat. Selain memperbaiki kerusakan akibat banjir, proyek ini juga diharapkan menjadi bagian dari upaya mitigasi untuk mengurangi dampak bencana apabila hujan ekstrem kembali terjadi di Kota Padang.(da*)


