Notification

×

Iklan

Banjir Padang Rendam 15 Titik, Evakuasi Terus Berlangsung

Senin, 03 Agustus 2026 | 22:36 WIB Last Updated 2026-08-03T15:36:00Z

Evakuasi korban banjir.

Padang, Rakyatterkini.com  - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang sejak Senin (3/8/2026) siang hingga sore menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. 

Genangan air yang meluas mengganggu aktivitas masyarakat dan memaksa petugas melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak di berbagai lokasi.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, Ilham Wahab, mengatakan Kota Padang menjadi daerah yang mengalami dampak paling besar dibandingkan kabupaten dan kota lain di Sumbar yang juga diguyur hujan lebat.

"Curah hujan di berbagai daerah di Sumbar cukup tinggi, namun kondisi paling parah terjadi di Kota Padang," ujar Ilham, Senin (3/8/2026).

Data sementara BPBD Sumbar mencatat banjir melanda 15 titik yang mencakup kawasan permukiman dan sejumlah fasilitas umum. Hingga saat ini, proses evakuasi baru dapat dilakukan di lima lokasi, sedangkan 10 titik lainnya masih menunggu penanganan karena keterbatasan personel dan peralatan.

Lima lokasi yang menjadi prioritas evakuasi meliputi Lubuk Minturun, Sungai Lareh, RT 01/RW 01 Pasa Lalang Kuranji, RT 02/RW 06 Lapau Munggu Kuranji, serta Gunuang Sariak.

Sementara itu, lokasi lain yang masih menunggu proses penyelamatan antara lain Perumahan Abi Lumin, Lubuk Timpuruang Guo, Komplek Wahana II Kuranji, kawasan belakang RSI Siti Rahmah Aia Pacah, belakang RSUD Rasidin Aia Pacah, SDIT Alam Ar Royan di Bypass Pegambiran, SMPN 27 Sungai Sapih di belakang Balai Kota Padang, RT 01/RW 07 Pasa Lalang Kuranji, Lapau Banjuang Pasa Pagi Balaibaru Kuranji, serta Jalan Usang Sungai Sapih di Simpang Perumahan Taman Asri III.

Untuk mempercepat penanganan, BPBD Sumbar mengerahkan puluhan personel bersama empat unit perahu karet. Operasi penyelamatan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Basarnas, Satpol PP, serta pemerintah daerah setempat.

Ilham menegaskan hingga kini belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa, nilai kerugian, maupun lokasi pengungsian karena seluruh tim masih memusatkan perhatian pada proses penyelamatan warga yang terdampak banjir.

"Data korban, kerusakan, maupun titik pengungsian masih dalam pendataan. Saat ini prioritas utama kami adalah mengevakuasi masyarakat yang membutuhkan pertolongan," katanya.

BPBD juga mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir dan di sekitar aliran sungai, agar meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, hujan berpotensi kembali turun dan dapat menyebabkan debit air meningkat.

Menurut Ilham, petugas gabungan masih disiagakan di sejumlah titik untuk memantau perkembangan situasi serta memberikan bantuan apabila kondisi kembali memburuk. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update