Notification

×

Iklan

Goreng Baluik Payakumbuh Genap 2 Tahun

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:22 WIB Last Updated 2026-08-23T23:22:00Z


Padang, Rakyatterkini.com – Perpaduan masakan khas Minangkabau dan olahan goreng baluik menjadi ciri yang melekat pada perjalanan Rumah Makan Goreng Baluik Payakumbuh di Jalan Bypass KM 21, Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Pada Minggu (23/8/2026), rumah makan tersebut genap berusia dua tahun sejak pertama kali beroperasi pada 23 Agustus 2024. Selama dua tahun, usaha kuliner milik Alif Ahmad itu telah melewati berbagai fase, mulai dari pertumbuhan omzet hingga masa penurunan pendapatan yang cukup berat.

Berawal dari Usaha Catering

Sebelum membuka rumah makan, Alif terlebih dahulu menjalankan bisnis katering melalui Sakato Kuliner. Pengalaman mengelola usaha makanan tersebut kemudian mendorongnya untuk membangun rumah makan dengan konsep menu yang lebih khusus.

“Awalnya saya belum terpikir untuk membuka rumah makan. Sebelumnya saya sudah menjalankan usaha catering melalui Sakato Kuliner. Dari pengalaman itu muncul keinginan untuk membuat rumah makan yang punya ciri khas tersendiri,” kata Alif.

Ketika pertama kali dibuka, Rumah Makan Goreng Baluik Payakumbuh menawarkan beberapa menu andalan, seperti goreng baluik atau belut, goreng ikan puyu, goreng ikan gabus, serta ayam goreng.

Menu tersebut menjadi identitas awal rumah makan sekaligus menarik pelanggan yang mencari hidangan sederhana dengan cita rasa khas.

Pilihan Menu Semakin Beragam

Dalam perjalanannya, Alif terus melakukan pengembangan menu. Rumah makan yang sebelumnya mengandalkan hidangan gorengan kini menyediakan berbagai masakan khas lainnya.

Beberapa pilihan yang tersedia antara lain gulai cincang, gulai ikan salai, gulai telur, sampadeh patin hingga nila goreng.

Menurut Alif, penambahan menu dilakukan berdasarkan kebutuhan dan selera konsumen agar pelanggan memiliki lebih banyak pilihan saat bersantap.

“Kami terus mengembangkan menu dengan melihat apa yang dibutuhkan dan disukai pelanggan. Jadi sekarang tidak hanya goreng baluik, tetapi sudah ada banyak pilihan lainnya,” ujarnya.

Pernah Mengalami Penurunan Omzet

Perjalanan bisnis tersebut tidak selalu mengalami peningkatan. Setelah merasakan perkembangan positif pada masa awal, rumah makan sempat menghadapi penurunan omzet yang cukup signifikan.

Memasuki bulan keenam sejak beroperasi, pendapatan rumah makan turun dan kondisi itu berlangsung selama kurang lebih enam bulan.

“Awal berdiri alhamdulillah perkembangannya cukup bagus. Omzet juga lumayan untuk rumah makan yang baru berjalan. Namun, memasuki bulan keenam terjadi perubahan dan omzet turun cukup jauh. Kondisi itu bertahan sekitar enam bulan,” ungkap Alif.

Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Alif. Meski sempat muncul kekhawatiran, ia memutuskan untuk tidak menghentikan usahanya.

Bertahan Sambil Melakukan Evaluasi

Alif memilih menghadapi masa sulit dengan melakukan evaluasi dan memperbaiki berbagai kekurangan. Baginya, tantangan dalam dunia usaha merupakan bagian dari proses untuk berkembang.

“Ketika omzet turun tentu ada kekhawatiran. Tetapi kalau usaha yang baru berjalan langsung menyerah saat menghadapi masalah, kita tidak akan mengetahui sejauh mana usaha ini bisa berkembang. Karena itu kami memilih bertahan, memperbaiki kekurangan dan terus mencoba,” tuturnya.

Upaya tersebut secara bertahap memberikan hasil. Memasuki tahun kedua, kondisi bisnis mulai kembali membaik. Jumlah pelanggan meningkat dan perkembangan rumah makan kembali bergerak ke arah positif.

Omzet Kini Tembus Rp60 Juta per Bulan

Setelah melalui berbagai tantangan selama dua tahun, Rumah Makan Goreng Baluik Payakumbuh kini mencatat perkembangan yang lebih baik.

Rata-rata omzet yang diperoleh saat ini telah berada di atas Rp60 juta setiap bulan. Bagi Alif, pencapaian tersebut tidak hanya berkaitan dengan nilai pendapatan, tetapi juga menjadi hasil dari proses panjang dalam membangun usaha.

“Dua tahun ini bagi saya bukan sekadar soal omzet. Yang paling penting adalah prosesnya. Kami pernah berada di masa ramai, tetapi juga pernah mengalami penurunan. Dari pengalaman itu saya belajar bahwa bisnis membutuhkan kesabaran, konsistensi dan keberanian untuk terus mencoba,” katanya.

Target Buka Cabang di Tahun Ketiga

Memasuki tahun ketiga, Alif berencana membawa usahanya ke tahap yang lebih besar. Salah satu target utama yang ingin diwujudkan adalah membuka cabang baru.

“Sekarang rata-rata omzet sudah lebih dari Rp60 juta per bulan. Kami tentu bersyukur, tetapi tidak ingin berhenti sampai di sini. Pada tahun ketiga, target kami adalah terus berkembang dan mudah-mudahan bisa membuka cabang,” ujarnya.

Selain meningkatkan skala usaha, Alif berharap perkembangan rumah makan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan pekerjaan.

Ia juga berharap Rumah Makan Goreng Baluik Payakumbuh semakin dikenal, memiliki lebih banyak pelanggan dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas.

Dua tahun perjalanan telah membawa usaha ini melewati berbagai tahapan. Bermula dari bisnis katering, kemudian berkembang menjadi rumah makan, menikmati pertumbuhan pada masa awal, menghadapi penurunan omzet selama enam bulan, hingga akhirnya kembali bangkit.

Bagi Alif, mempertahankan usaha selama dua tahun bukan hanya persoalan mengejar pendapatan. Di baliknya terdapat keberanian untuk memulai, ketekunan menghadapi masa sulit, serta kemauan untuk terus memperbaiki diri.

Kini, Rumah Makan Goreng Baluik Payakumbuh memasuki tahun ketiga dengan harapan baru. Target membuka cabang menjadi salah satu langkah berikutnya untuk membawa usaha kuliner tersebut tumbuh lebih besar.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update