Notification

×

Iklan

Gerhana Matahari Total Tak Terlihat di Indonesia

Rabu, 12 Agustus 2026 | 02:45 WIB Last Updated 2026-08-11T19:45:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Gerhana Matahari Total yang diperkirakan berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026, tidak dapat diamati secara langsung dari Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan jalur gerhana tidak melintasi wilayah Indonesia.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa selain tidak berada di jalur lintasan gerhana, sebagian besar wilayah Indonesia juga sedang mengalami malam ketika fenomena tersebut berlangsung.

“Bagi masyarakat Indonesia yang ingin menyaksikan Gerhana Matahari Total, dapat mengikuti siarannya melalui kanal resmi NASA,” ujar Ayu dalam keterangan BMKG yang dikutip Senin (10/8/2026).

BMKG menyebutkan sejumlah wilayah di dunia berpeluang menikmati fenomena langit tersebut secara langsung. Di antaranya kawasan Eropa, Rusia bagian utara, Afrika barat laut, hingga Amerika Utara.

Rangkaian gerhana diawali dengan fase Gerhana Matahari Sebagian (P1) pada pukul 15.34 UT atau 22.34 WIB. Setelah itu, fase Gerhana Matahari Total pertama kali terjadi di lokasi awal (U1) pada pukul 16.57 UT atau 23.57 WIB.

Puncak Gerhana Matahari Total berlangsung pada pukul 17.45 UT atau 00.45 WIB pada Kamis, 13 Agustus 2026. Seluruh rangkaian fenomena tersebut kemudian berakhir pada pukul 19.57 UT atau 02.57 WIB.

Gerhana Matahari Total merupakan fenomena astronomi yang terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada pada posisi hampir segaris saat Bulan memasuki fase baru. Dalam kondisi puncak, Bulan tampak menutupi seluruh permukaan Matahari dari perspektif pengamat yang berada di Bumi.

Daerah yang dilewati bayangan inti Bulan atau umbra akan mengalami kondisi gelap seperti malam selama beberapa waktu. Sementara daerah yang hanya terkena bayangan penumbra akan mengalami Gerhana Matahari Sebagian.

BMKG juga mengimbau masyarakat yang berada di wilayah lintasan gerhana untuk tidak mengamati Matahari dengan mata telanjang. Pengamatan perlu dilakukan menggunakan kacamata khusus yang dilengkapi filter Matahari agar mata tetap terlindungi.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update