Notification

×

Iklan

Trump Sebut Keputusan Wasit Balogun Mengerikan

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:11 WIB Last Updated 2026-07-07T03:11:00Z

Donald Trump mengecam keputusan wasit asal Brasil

Jakarta, Rakyatterkini.com  – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan kritik tajam terhadap keputusan wasit asal Brasil, Raphael Claus, yang mengusir penyerang tim nasional AS, Folarin Balogun, dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia. Menurut Trump, keputusan tersebut keliru karena Balogun dinilai tidak melakukan pelanggaran.

Balogun sebelumnya menerima kartu merah setelah insiden menginjak kaki pemain Bosnia dan Herzegovina, Tarik Muharemovic, pada laga yang berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk Amerika Serikat. Akibat kartu merah itu, Balogun sempat dijatuhi hukuman larangan tampil pada pertandingan berikutnya.

Namun, pada Minggu (5/7/2026), FIFA memutuskan menangguhkan sanksi tersebut dengan masa percobaan selama satu tahun. Keputusan itu membuat Balogun tetap bisa memperkuat Amerika Serikat saat menghadapi Belgia di Seattle.

"Saya rasa keputusan wasit itu sangat buruk," ujar Trump kepada wartawan, seperti dikutip Anadolu, Selasa (7/7/2026).

Trump menegaskan bahwa insiden yang melibatkan Balogun tidak layak dianggap sebagai pelanggaran. Menurutnya, keputusan Komite Disiplin FIFA untuk menangguhkan hukuman merupakan langkah yang tepat.

"Menurut saya itu bukan pelanggaran sama sekali. Karena itulah keputusan komite sudah benar," katanya.

Trump juga menilai benturan antara Balogun dan Muharemovic hanyalah kejadian biasa yang kerap terjadi dalam pertandingan sepak bola ketika dua pemain berlari dengan kecepatan tinggi.

"Saya menyaksikan pertandingan itu. Saya menyukai olahraga dan saya yakin itu bukan pelanggaran, bahkan bukan pelanggaran ringan. Mereka hanya sama-sama berlari kencang lalu bertabrakan. Dalam situasi seperti itu, sulit menghindari kontak kaki," ujarnya.

Selain mengkritik keputusan wasit, Trump mengungkapkan bahwa dirinya sempat meminta Presiden FIFA, Gianni Infantino, agar insiden tersebut ditinjau ulang. 

Permintaan itu akhirnya berujung pada penangguhan hukuman Balogun sehingga penyerang berusia 25 tahun tersebut dapat tampil melawan Belgia pada babak 16 besar.

"Saya meminta agar keputusan itu ditinjau kembali karena saya yakin tidak ada pelanggaran," kata Trump.

Ia pun mengapresiasi keputusan FIFA yang membatalkan sanksi terhadap Balogun. Menurutnya, Komite Disiplin telah mengambil keputusan yang adil.

Trump juga optimistis duel Amerika Serikat melawan Belgia akan berlangsung sengit karena kedua tim dapat menurunkan skuad terbaik mereka.

"Kami akan bermain dengan kekuatan penuh, begitu juga Belgia. Jika mereka mampu mengalahkan kami dalam kondisi seperti itu, tentu mereka pantas merasa bangga," tutupnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update