Jakarta, Rakyatterkini.com- PT Marinda Utamakarya Subur kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional melalui pengerjaan Proyek Pembangunan Sarana dan Prasarana Sungai Kali Angke yang dikerjakan untuk Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta.
Proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp91,3 miliar dan durasi pelaksanaan selama 15 bulan tersebut kini mencatat progres pembangunan mencapai 60 persen. Capaian ini melampaui target yang telah ditetapkan untuk Juli 2026, yakni sebesar 50 persen.
Direktur Utama PT Marinda Utamakarya Subur, Akhmad Bukhary, melalui Penanggung Jawab Pelaksanaan Adi Saelangi, mengatakan perkembangan proyek yang lebih cepat dari jadwal merupakan hasil kolaborasi seluruh tim serta penerapan sistem manajemen konstruksi yang berjalan secara disiplin.
Menurutnya, perusahaan terus menjaga keseimbangan antara kualitas pekerjaan, ketepatan penyelesaian proyek, dan penerapan standar keselamatan kerja. Ia menambahkan, kepercayaan yang diberikan menjadi dorongan bagi perusahaan untuk menuntaskan proyek sesuai jadwal yang ditargetkan pada Desember 2026.
Dari sisi teknis, pekerjaan mencakup revitalisasi Sungai Kali Angke sepanjang sekitar 2 kilometer. Proyek tersebut meliputi pemasangan sheet pile dengan kedalaman kurang lebih 17 meter dan lebar panel sekitar 1 meter.
Site Manager Deny Yulianto menjelaskan, pelaksanaan pekerjaan di lapangan didukung oleh 18 personel, termasuk empat tenaga ahli yang bertugas melakukan pengawasan kualitas pekerjaan sekaligus memastikan seluruh tahapan proyek berjalan sesuai rencana.
Ia menegaskan bahwa setiap proses konstruksi dilaksanakan berdasarkan metode kerja yang telah ditetapkan, memenuhi spesifikasi teknis, serta mengikuti standar keselamatan kerja yang berlaku. Dengan penerapan tersebut, progres proyek mampu melampaui target yang telah direncanakan.
PT Marinda Utamakarya Subur optimistis pembangunan Sarana dan Prasarana Sungai Kali Angke dapat diselesaikan tepat waktu. Proyek ini diharapkan memberikan manfaat bagi peningkatan infrastruktur sumber daya air di DKI Jakarta sekaligus memperkuat upaya pengendalian banjir di wilayah ibu kota.(da*)


