Padang, Rakyatterkini.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong pelajar dan generasi muda untuk mulai menyiapkan ibadah haji sejak bangku sekolah melalui program bertajuk Gerakan Haji Muda. Program ini digagas sebagai upaya menjawab panjangnya masa tunggu keberangkatan haji yang saat ini diperkirakan mencapai sekitar 26 tahun.
Gagasan tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, H. M. Rifki, saat memaparkan 10 program penguatan ekosistem ekonomi haji di hadapan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Istana Bung Hatta, Bukittinggi.
Dalam pemaparannya, Rifki menjelaskan bahwa Gerakan Haji Muda ditujukan kepada peserta didik mulai dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA. Para siswa diajak untuk mulai membiasakan diri menabung secara sukarela melalui pembukaan rekening tabungan haji, dengan cara menyisihkan sebagian uang jajan mereka setiap hari.
Program ini akan dijalankan melalui kerja sama dengan BPS Bipih serta perbankan syariah, sehingga pelajar dapat membuka rekening tabungan haji tanpa dikenakan biaya administrasi awal.
Rifki menekankan bahwa dengan kondisi saat ini, di mana calon jemaah haji harus menunggu hingga puluhan tahun, perencanaan sejak dini menjadi hal yang sangat penting. Menurutnya, kebiasaan menabung perlu ditanamkan sejak usia sekolah agar anak-anak lebih siap menghadapi kebutuhan di masa depan.
Ia juga mencontohkan, jika seorang pelajar menyisihkan sekitar Rp2.000 per hari, maka dalam satu bulan bisa terkumpul sekitar Rp50 ribu hingga Rp60 ribu. Dalam satu tahun, jumlah tersebut dapat mencapai sekitar Rp600 ribu. Walaupun terlihat kecil, kebiasaan ini dinilai mampu menjadi langkah awal yang berarti dalam mempersiapkan biaya ibadah haji.
“Angkanya mungkin tidak besar, tetapi jika dilakukan secara konsisten, hasilnya akan sangat bermanfaat untuk masa depan anak-anak kita yang ingin berangkat ke Tanah Suci,” ungkap Rifki.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk dunia pendidikan, perbankan syariah, pemerintah daerah, hingga orang tua siswa.
Kemenhaj pun berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Dinas Pendidikan dapat mendukung implementasi program ini di sekolah-sekolah umum, sementara Kantor Wilayah Kementerian Agama diharapkan memperkuat pelaksanaannya di madrasah. Kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota juga dianggap penting agar program dapat menjangkau seluruh pelajar di wilayah Sumatera Barat.
Menurut Rifki, jika seluruh pihak bergerak bersama, maka Gerakan Haji Muda bisa menjadi gerakan kolektif yang memperkuat kesiapan generasi muda dalam merencanakan ibadah haji sejak dini.
Selain aspek finansial, program ini juga diharapkan mampu membentuk karakter pelajar, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kebiasaan menabung, serta kemampuan mengelola keuangan dengan lebih bijak.
Respon positif datang dari Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi yang menyatakan dukungan terhadap seluruh program yang dipaparkan. Ia menilai inisiatif tersebut berpotensi memberikan dampak baik bagi pembangunan daerah.
Bahkan, Mahyeldi langsung menginstruksikan pembentukan tim lintas OPD untuk mengkaji dan menindaklanjuti program tersebut lebih lanjut. Ia juga menunjuk Asisten I Setdaprov Sumatera Barat sebagai koordinator tim kerja.
“Program yang disampaikan Kakanwil Kemenhaj ini pada dasarnya memiliki potensi manfaat yang besar bagi masyarakat Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi.
Dengan adanya dukungan pemerintah daerah, dunia pendidikan, perbankan syariah, serta peran orang tua, Kemenhaj berharap Gerakan Haji Muda dapat melahirkan generasi yang lebih siap secara finansial dan mental untuk menunaikan ibadah haji di usia produktif. Program ini juga diharapkan menumbuhkan kesadaran bahwa perjalanan menuju Baitullah dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten sejak dini.(da*)


