Notification

×

Iklan

Kemarau Picu Krisis Air Bersih di Banjarnegara

Selasa, 07 Juli 2026 | 01:48 WIB Last Updated 2026-07-06T21:49:05Z

Ratusan warga di Banjarnegara berebut air bersih 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Musim kemarau yang berkepanjangan mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. 

Kondisi tersebut membuat masyarakat harus mengantre sejak dini bahkan berebut saat mobil tangki pembawa bantuan air bersih tiba di lingkungan tempat tinggal mereka.

Situasi itu tampak di Desa Gemuruh, Kecamatan Bawang, pada Senin (6/7/2026). Begitu truk tangki milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memasuki desa, warga yang sebagian besar merupakan ibu-ibu langsung bergegas membawa jeriken, ember, dan berbagai wadah penampung air untuk mendapatkan pasokan.

Menurut warga, kesulitan memperoleh air bersih telah dirasakan sekitar dua bulan terakhir. Sumur-sumur milik warga mengering sehingga mereka terpaksa mencari sumber air lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk mandi, mencuci, dan keperluan sanitasi.

Muhammad Ali, salah seorang warga, mengatakan keluarganya kini harus berjalan sekitar satu kilometer menuju sungai terdekat karena sumur di rumah sudah tidak lagi mengeluarkan air. Meski kualitas air sungai kurang bersih, mereka tidak memiliki pilihan lain. Karena itu, setiap kali bantuan air datang, warga berusaha mendapatkan jatah agar kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi.

Sementara itu, data terbaru BPBD Kabupaten Banjarnegara menunjukkan bahwa dampak kekeringan terus meluas. Hingga kini sedikitnya empat desa telah ditetapkan sebagai wilayah terdampak kekeringan, dengan total 801 kepala keluarga atau sekitar 2.735 jiwa mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Melihat musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa bulan ke depan, BPBD menyatakan akan terus menyalurkan bantuan air bersih secara bergiliran ke desa-desa yang terdampak agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi.

Warga berharap distribusi air bersih melalui armada tangki dapat dilakukan secara rutin dan berkesinambungan. Mereka ingin bantuan tersebut terus tersedia sehingga tidak lagi bergantung pada air sungai yang kualitas kebersihannya kurang layak untuk digunakan dalam aktivitas sehari-hari.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update