Notification

×

Iklan

WPNF 2026 Sukses Digelar di Bukittinggi dan Koto Gadang

Selasa, 16 Juni 2026 | 06:19 WIB Last Updated 2026-06-16T01:28:33Z

Wondr Pejalan Nagari Festival 2026.

Bukittinggi, Rakyatterkini.com – Gelaran budaya jalan kaki “Wondr Pejalan Nagari Festival 2026 (wPNF 2026)” berlangsung sukses selama dua hari, yakni Sabtu (13/6) hingga Minggu (14/6/2026). Kegiatan ini menarik sekitar 500 peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

Acara dipusatkan di Jam Gadang sebagai titik awal sekaligus garis akhir, dengan rute perjalanan menuju Koto Gadang di Kabupaten Agam Regency.

Mengusung tema “Welcome Home, Walk Together”, festival ini menghadirkan tiga kategori jarak tempuh, yaitu 5 kilometer, 10 kilometer, dan 20 kilometer. 

Para peserta menelusuri berbagai jalur ikonik, mulai dari landmark kota Bukittinggi, kawasan geopark Ngarai Sianok Maninjau Geopark, tangga terkenal Janjang Saribu di Koto Gadang, hingga kawasan heritage dengan rumah-rumah bergaya arsitektur Indische.

Event Director wPNF 2026, Jurian Andika, menjelaskan salah satu indikator keberhasilan acara tahun ini adalah tingginya partisipasi peserta asing yang melampaui target awal, baik dari segi jumlah negara maupun jumlah peserta internasional.

Ia menyebutkan, terdapat sekitar 30 peserta dari lima negara berbeda, yakni Malaysia, Singapura, Uni Emirat Arab, Prancis, dan Spanyol. Selain itu, penyelenggaraan juga berhasil digelar di dua lokasi berbeda selama dua hari, yaitu Bukittinggi dan Koto Gadang.

Menurutnya, wPNF diharapkan berkembang menjadi agenda berskala internasional yang mampu memperkenalkan kekayaan sejarah, budaya, dan alam Sumatera Barat ke panggung dunia. 

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, pengisi acara, hingga mitra penyelenggara.

Salah satu peserta dari luar Sumatera Barat, Rahajeng Kurniawatie, mengaku mengikuti kegiatan ini untuk mendapatkan pengalaman baru sekaligus menikmati sudut-sudut tersembunyi di Bukittinggi. Ia menilai rute 20 kilometer cukup menantang namun memberikan pengalaman yang berkesan.

“Apalagi acara ini bertepatan dengan peringatan 100 Tahun Jam Gadang, suasananya jadi sangat meriah. Saya menemukan banyak tempat menarik yang sebelumnya tidak saya ketahui. Tahun depan saya ingin ikut lagi dengan kategori berbeda,” ungkapnya.

Peserta asal Malaysia, Vanessa Lim, juga memberikan kesan positif terhadap acara tersebut. Ia mengaku pengalaman yang didapat jauh melebihi ekspektasi, terutama karena keramahan masyarakat lokal dan keindahan rute perjalanan.

Sementara itu, peserta asal Spanyol, Cristina Mollinedo, menuturkan ini adalah kunjungan pertamanya ke Indonesia. Ia menilai konsep festival yang memadukan budaya dan alam menjadi daya tarik utama yang memberikan pengalaman autentik dan berkesan.

Dari sisi pemerintah daerah, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menilai kegiatan ini mampu mendorong sektor pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat. Kehadiran peserta dari berbagai daerah disebut berdampak pada peningkatan okupansi hotel, kunjungan kuliner, hingga aktivitas perdagangan UMKM.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Agam, Khasman Zaini, menegaskan kegiatan ini menempatkan Nagari Koto Gadang sebagai pelopor konsep sport tourism berbasis komunitas.

Ia juga menambahkan wPNF memiliki nilai strategis karena mampu menggabungkan olahraga, sejarah, dan pelestarian lingkungan dalam satu rangkaian kegiatan, sekaligus menjadi sarana promosi wisata yang tetap berakar pada budaya lokal.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update