Notification

×

Iklan

Unand Kembangkan Riset Mitigasi Megathrust di Padang

Kamis, 18 Juni 2026 | 08:46 WIB Last Updated 2026-06-18T01:46:00Z

Wali Kota Padang Fadly Amran menerima audiensi 

Padang, Rakyatterkini.com – Ancaman gempa megathrust di zona Mentawai serta potensi tsunami yang mengintai wilayah pesisir Kota Padang menuntut kesiapsiagaan yang tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi juga pada kemandirian masyarakat. 

Menjawab kondisi tersebut, kalangan akademisi turut mengambil peran aktif melalui riset terapan yang menitikberatkan pada pemberdayaan warga lokal.

Pada Rabu (17/6/2026), ruang kerja Wali Kota Padang di Balai Kota Aie Pacah menjadi lokasi pertemuan strategis antara Wali Kota Padang Fadly Amran dan Tim Peneliti Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas (Unand). 

Pertemuan ini juga dihadiri oleh sejumlah unsur lintas sektor, di antaranya Tim Percepatan Pembangunan Kota Padang Prof. James Hellyward, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Kepala Pelaksana BPBD Hendri Zulviton, Kepala Dinas Pariwisata Yenni Yuliza, serta Kepala Dinas Kominfo Tommy TRD.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Program Studi Magister Manajemen Bencana Sekolah Pascasarjana Unand, Prof. Yenny Narny, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyelesaikan penelitian berjudul Pemberdayaan Masyarakat dalam Kesiapsiagaan Mandiri Menghadapi Ancaman Gempa Megathrust Mentawai dan Tsunami di Kota Padang.

Hasil riset ini tidak hanya berhenti pada kajian akademik, tetapi juga menghasilkan sejumlah inovasi yang bersifat praktis. Dua temuan utama yang dihasilkan adalah desain tempat evakuasi sementara yang memanfaatkan bangunan masjid sebagai pusat perlindungan, serta pengembangan sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS) yang dirancang agar dapat dikelola secara mandiri oleh masyarakat di tingkat lokal.

Prof. Yenny juga menyampaikan undangan kepada Wali Kota Padang untuk menghadiri peluncuran hasil riset tersebut yang merupakan hasil kolaborasi dengan dukungan BUMN.

Ia menjelaskan bahwa penelitian ini merupakan kerja sama antara Sekolah Pascasarjana Unand dan PT Pegadaian, yang rencananya akan diluncurkan pada 29 Juni mendatang di Auditorium Unand. Kehadiran Wali Kota diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap hasil inovasi tersebut.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pendekatan lintas disiplin menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan kebencanaan di wilayah pesisir yang padat penduduk.

Menurutnya, riset ini melibatkan berbagai bidang ilmu untuk menghasilkan model mitigasi yang lebih aplikatif dan mudah diterapkan oleh masyarakat. Harapannya, hasil penelitian ini tidak hanya menjadi referensi akademik, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara langsung untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga menghadapi bencana.

Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran menyambut baik inovasi tersebut dan memberikan apresiasi atas kolaborasi antara akademisi Unand dan pihak korporasi dalam mendukung upaya pemerintah daerah di bidang mitigasi bencana.

Ia menyebutkan bahwa Pemko Padang saat ini terus memperkuat sistem mitigasi bencana, mulai dari pemasangan sistem peringatan dini di wilayah rawan, edukasi melalui kegiatan jambore kebencanaan, hingga simulasi evakuasi tsunami berskala besar.

Menurutnya, hadirnya inovasi EWS berbasis masyarakat dari Unand akan semakin memperkuat sistem perlindungan kota.

Fadly juga berharap hasil riset tersebut dapat menjadi salah satu rujukan dalam penyusunan kebijakan serta program pengurangan risiko bencana di Kota Padang, sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi gempa megathrust Mentawai dan tsunami.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemerintah ini menjadi bukti bahwa upaya mitigasi bencana merupakan tanggung jawab bersama. Dengan menjadikan masjid sebagai pusat evakuasi dan masyarakat sebagai garda terdepan sistem peringatan dini, diharapkan warga Kota Padang dapat lebih siap dan tangguh dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update