Notification

×

Iklan

Ribuan Warga Padang Ikuti Parade Tauhid Sambut 1 Muharram

Selasa, 16 Juni 2026 | 19:38 WIB Last Updated 2026-06-16T12:38:00Z

Pawai Religi Parade Tauhid Padang Jadi Simbol Hijrah Umat Islam. 

Padang, Rakyatterkini.com — Suasana pagi di kawasan Masjid Agung Nurul Iman, Kota Padang, pada Selasa (16/6/2026) dipenuhi lantunan takbir dan selawat. Ribuan masyarakat memadati area tersebut untuk mengikuti Parade Tauhid, sebuah pawai bernuansa religi dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.

Kegiatan ini berlangsung semarak dengan kehadiran sejumlah tokoh daerah hingga pejabat publik. Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir terlihat berada di barisan depan dan ikut menyatu dengan masyarakat. Hadir pula Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sumatera Barat Ahmad Zakri, serta penggagas kegiatan yang juga anggota DPD RI, Jelita Donal.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan hadirnya sejumlah tokoh agama nasional seperti Habib Rizieq Shihab dan Ustadz Derry Sulaiman, serta pimpinan ormas Islam dari berbagai daerah di Kota Padang. Sejumlah kreator konten, termasuk Willie Salim, juga tampak ikut meramaikan suasana dan berbaur dengan peserta.

Pawai kemudian diberangkatkan langsung oleh Wali Kota Padang. Ribuan peserta berjalan kaki menyusuri Jalan Jenderal Sudirman menuju titik akhir di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi. Sepanjang perjalanan, rombongan diiringi tausiah dan pesan-pesan keagamaan dari para ulama yang hadir. Setibanya di lokasi akhir, acara dilanjutkan dengan orasi keagamaan, pembacaan resolusi masyarakat Sumatera Barat, serta doa bersama sebagai penutup.

Bagi Pemerintah Kota Padang, Parade Tauhid bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi juga memiliki nilai pembinaan spiritual dan sosial. Wali Kota Fadly Amran menilai kegiatan ini sejalan dengan semangat hijrah yang memperkuat falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) melalui berbagai program daerah seperti Smart Surau dan Sinergi Nagari.

Ia menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat dan panitia yang telah menyukseskan acara tersebut. Menurutnya, momentum Tahun Baru Islam dapat menjadi pengingat untuk terus melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Pemerintah kota juga menyiapkan langkah kebijakan untuk memperkuat pembinaan masyarakat, termasuk rencana lahirnya Perda Nagari di Dalam Kota sebagai penguat sinergi antara pemerintah dan niniak mamak dalam kehidupan sosial. Selain itu, revisi Perda Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) juga tengah dipersiapkan untuk merespons berbagai persoalan sosial seperti kenakalan remaja, tawuran, hingga perilaku menyimpang.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat, pemerintah kota berencana memasukkan kegiatan ini sebagai bagian dari agenda wisata religi daerah. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkaya rangkaian Festival Surau sekaligus memperkuat nilai-nilai ABS-SBK di Kota Padang.

Sementara itu, Jelita Donal menegaskan bahwa 1 Muharram merupakan momentum penting untuk melakukan perubahan diri secara menyeluruh. Ia menyebut perjalanan pawai dari Masjid Agung Nurul Iman menuju Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi sebagai simbol hijrah menuju kehidupan yang lebih baik sesuai tuntunan Al-Qur’an dan sunah.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat, Parade Tauhid di Kota Padang diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi juga mampu menjadi penggerak penguatan moral dan spiritual masyarakat Minangkabau.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update