Jakarta, Rakyatterkini.com – Seorang penghuni indekos di kawasan Karanganyar, Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, Semarang, menjadi korban aksi penculikan yang dilakukan dua pria tidak dikenal. Para pelaku bahkan mengaku sebagai anggota intel kepolisian narkoba dan menodongkan senjata api mainan untuk menakut-nakuti korban hingga tak berdaya.
Peristiwa tersebut terekam kamera CCTV dan terjadi pada Minggu dini hari (14/6/2026). Dalam aksinya, kedua pelaku datang menggunakan sepeda motor matik tanpa pelat nomor yang sudah dilepas untuk menghindari identifikasi.
Salah satu pelaku terlihat mengenakan jaket ojek online agar tampak tidak mencurigakan di lingkungan sekitar, sementara rekannya menunggu di atas motor di depan gerbang kos.
Pelaku yang masuk ke area kos kemudian langsung menuju kamar korban. Ia mengaku sebagai petugas intel yang sedang menangani kasus narkoba, lalu mengancam korban dengan senjata api agar tidak melakukan perlawanan.
Di bawah tekanan ancaman tersebut, korban yang diketahui bernama Maulana dipaksa keluar kamar dan dibawa naik ke motor pelaku. Ia kemudian dibawa ke arah perbatasan Kabupaten Demak dengan dalih akan membantu pengejaran pelaku narkoba.
Namun di perjalanan, korban mulai merasa curiga karena gerak-gerik pelaku tidak seperti aparat kepolisian pada umumnya. Saat motor melambat di kawasan sepi, Maulana nekat melompat dari kendaraan sambil berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
“Saya sudah merasa tidak beres. Begitu ada kesempatan saat motor pelan, saya langsung lompat dan teriak minta bantuan,” ujar Maulana, Jumat (19/6/2026).
Aksi berani tersebut membuat para pelaku panik dan langsung melarikan diri. Meski berhasil menyelamatkan diri, korban mengalami luka lecet dan memar di bagian lutut akibat jatuh ke aspal.
Selain itu, pelaku juga membawa kabur sejumlah barang milik korban, yakni satu unit ponsel dan sepeda motor yang ditinggalkan di area kos.
Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung melakukan pemeriksaan dan memastikan bahwa kedua pelaku bukan anggota kepolisian, melainkan murni pelaku kriminal yang menyamar.
“Kami tegaskan bahwa mereka bukan anggota polisi. Ini murni modus penipuan dan perampasan dengan mengaku sebagai aparat,” tegas Kapolsek Pedurungan, Kompol Navy.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap orang yang mengaku aparat dan meminta untuk diperlihatkan kartu identitas resmi (KTA) sebelum mengikuti instruksi apa pun di lapangan.(da*)


