Jakarta, Rakyatterkini.com – PT Hutama Karya (Persero) terus mendorong percepatan proses pembebasan lahan untuk pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang melintasi wilayah Sumatera Selatan.
Dalam upaya tersebut, pihak Hutama Karya melakukan audiensi sekaligus koordinasi dengan Bupati Banyuasin, Askolani. Pertemuan ini membahas berbagai kendala yang muncul dalam pengadaan tanah, khususnya untuk pembangunan ruas Tol Palembang–Betung Seksi 1 dan 2 serta ruas Betung–Tempino–Jambi Seksi 1.
Pertemuan yang berlangsung pada Rabu (17/6/2026) itu juga dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Banyuasin J. Ida Bahagia, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Edi Sarwono, Kepala Bidang Perkim, Pertanahan dan P2T Sigit Yhogatama, serta Project Director Hutama Karya Fakhrudin Hariyanto.
Dalam diskusi tersebut, Hutama Karya memaparkan sejumlah hambatan yang dihadapi di lapangan, terutama terkait lokasi simpang sebidang di Exit Tol Pangkalan Balai dan Exit Tol Betung. Kedua titik ini dinilai krusial karena berpengaruh terhadap akses masyarakat serta kelancaran konektivitas jalan tol.
Selain itu, Hutama Karya juga meminta dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Banyuasin untuk membantu mempercepat penyelesaian persoalan lahan. Peran pemerintah daerah dianggap penting dalam mendorong percepatan proyek strategis nasional tersebut.
Menanggapi hal itu, Bupati Banyuasin Askolani menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menyatakan bahwa pemerintah daerah siap berkoordinasi dengan berbagai pihak serta melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala, terutama terkait persoalan pembebasan lahan.
Dalam kesempatan yang sama, disampaikan pula progres pembangunan tol di wilayah Banyuasin. Untuk ruas Palembang–Betung sepanjang 69,19 km, progres konstruksi telah mencapai 83 persen, sementara pembebasan lahannya sekitar 87,45 persen. Sedangkan ruas Betung–Tempino–Jambi sepanjang 170,7 km mencatat progres konstruksi sebesar 59,47 persen dan pengadaan lahan 69,18 persen.
Pihak Hutama Karya menekankan bahwa percepatan pembebasan lahan di titik-titik prioritas sangat penting agar proyek dapat berjalan sesuai jadwal. Plt EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyebut sinergi antara perusahaan dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam menyelesaikan proyek ini.
Ia mengapresiasi dukungan Pemkab Banyuasin dan optimistis proses pengadaan lahan dapat diselesaikan secara bertahap. Dengan begitu, pembangunan jalan tol diharapkan segera rampung dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah.
Hamdani juga menambahkan bahwa Hutama Karya akan terus mengedepankan kerja sama dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat untuk memastikan proyek berjalan lancar. Menurutnya, JTTS memiliki peran strategis dalam meningkatkan konektivitas, memperlancar distribusi logistik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera.
Di sisi lain, koordinasi serupa juga dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin terkait percepatan pembebasan lahan untuk ruas Betung–Tempino–Jambi. Rapat ini merupakan tindak lanjut dari pembahasan sebelumnya bersama Kantor Staf Presiden.
Pertemuan tersebut membahas berbagai tantangan dalam pengadaan lahan di setiap seksi pekerjaan, sekaligus merumuskan langkah-langkah percepatan yang dapat dilakukan melalui kolaborasi lintas instansi.
Wakil Bupati Musi Banyuasin, Abdur Rohman Husein, menyatakan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh proyek strategis nasional tersebut. Ia menegaskan kesiapan pemerintah untuk membantu menyelesaikan kendala di lapangan, termasuk persoalan pembebasan tanah.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Musi Banyuasin juga berencana melakukan kunjungan langsung ke lokasi proyek guna melihat kondisi aktual serta menentukan langkah percepatan yang diperlukan.
Melalui koordinasi yang intensif ini, seluruh pihak sepakat untuk memperkuat sinergi dalam penyelesaian pengadaan lahan, mulai dari percepatan administrasi hingga penyelesaian kendala teknis di lapangan.
Saat ini, progres pengadaan lahan untuk ruas Betung–Tempino–Jambi telah mencapai 69,18 persen, sementara progres konstruksinya berada di angka 59,47 persen. Jalan tol ini menjadi bagian penting dari jaringan JTTS yang akan menghubungkan Sumatera Selatan dan Jambi serta memperkuat konektivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Dengan kerja sama yang terus terjalin antara Hutama Karya, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan proses pembangunan dapat berjalan lebih cepat sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat luas.(da*)


