Limapuluh Kota, Rakyatterkini.com - Jasman Dt. Bandaro Bendang menekankan bahwa penguatan pendidikan Al-Qur’an sejak usia dini menjadi langkah penting dalam membentengi generasi muda dari berbagai persoalan sosial yang kian berkembang di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan saat ia mewakili Gubernur Sumatera Barat dalam kegiatan peresmian musala sekaligus wisuda santri TK Tahfiz Raudhatul Ilmi yang berlangsung di Jorong Kapalo Bukik, Nagari Batu Payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Limapuluh Kota, pada Minggu (31/5/2026).
Ia mengingatkan bahwa meningkatnya kasus penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja, hingga berbagai perilaku menyimpang lainnya harus menjadi perhatian serius semua pihak. Karena itu, pendidikan agama dan pembinaan karakter sejak dini dinilai sangat penting untuk diperkuat.
Menurut Jasman, pendidikan berbasis Al-Qur’an merupakan dasar utama dalam membentuk kepribadian generasi muda agar memiliki akhlak yang baik dan kuat secara moral di tengah tantangan zaman. Ia juga menegaskan bahwa pembinaan nilai-nilai keagamaan perlu menjadi tanggung jawab bersama.
Ia menilai keberadaan TK Tahfiz Raudhatul Ilmi sebagai salah satu contoh lembaga pendidikan yang berperan dalam menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an sekaligus membentuk karakter sejak usia dini.
“Anak-anak yang kita lihat hari ini adalah generasi masa depan yang sedang dipersiapkan untuk menjadi pemimpin yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia,” ujarnya.
Jasman juga memberikan apresiasi kepada para orang tua yang telah memilih pendidikan berbasis Al-Qur’an bagi anak-anak mereka. Menurutnya, pembentukan generasi yang berkualitas tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari keluarga dan lingkungan sekitar.
Ia menambahkan bahwa anak-anak merupakan aset berharga yang harus dijaga dan dibimbing dengan baik agar tumbuh menjadi generasi yang membanggakan agama, keluarga, serta daerah.
Selain itu, ia juga menyampaikan penghargaan kepada yayasan, tenaga pendidik, pengurus musala, serta masyarakat yang telah berperan dalam mengembangkan pendidikan Islam di wilayah tersebut. Menurutnya, musala dan lembaga pendidikan Al-Qur’an bukan hanya tempat ibadah dan belajar, tetapi juga pusat pembinaan umat dan peradaban.
Sementara itu, Safni Sikumbang menyampaikan bahwa kegiatan wisuda santri dan peresmian musala ini menjadi momen penting dalam upaya menyiapkan generasi penerus yang berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai agama.
Ia menegaskan bahwa para santri yang diwisuda merupakan investasi masa depan daerah, karena mereka akan menjadi calon pemimpin yang melanjutkan pembangunan di Limapuluh Kota.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus mendukung berbagai program pendidikan keagamaan yang berfokus pada pembentukan karakter generasi muda.
“Pendidikan adalah fondasi masa depan. Karena itu, kolaborasi antara keluarga, lembaga pendidikan, yayasan, dan pemerintah perlu terus diperkuat agar lahir generasi yang unggul, berakhlak, dan mampu bersaing,” ujarnya.
Ia juga berharap keberadaan musala baru serta lembaga tahfiz di tengah masyarakat dapat memperkuat syiar Islam sekaligus menjadi pusat pembinaan generasi Qurani di daerah tersebut.(da*)


