Padang, Rakyatterkini.com – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sumatera Barat menyampaikan kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Haji Agus Salim di Kota Padang akan mulai dikosongkan pada Rabu, 17 Juni 2026.
Seluruh akses menuju area tersebut akan ditutup sepenuhnya untuk waktu yang belum ditentukan. Kebijakan ini diambil sebagai langkah awal dalam rangka persiapan proyek rekonstruksi fasilitas olahraga terbesar di Sumatera Barat.
Informasi ini diumumkan melalui akun resmi media sosial Dispora Sumbar pada Senin, 15 Juni 2026. Dalam pengumuman tersebut dijelaskan penutupan kawasan merupakan bagian dari proses penataan awal sebelum dimulainya pembangunan dan pembaruan fasilitas olahraga secara menyeluruh.
Dispora Sumbar menegaskan pengosongan area menjadi tahapan krusial guna memastikan kelancaran proyek rekonstruksi. Proyek ini bertujuan menghadirkan stadion dan sarana olahraga yang lebih modern, aman, nyaman, serta layak digunakan oleh masyarakat maupun atlet.
Dalam keterangannya, Dispora Sumbar mengajak masyarakat untuk mendukung pelaksanaan proyek tersebut agar berjalan lancar, sehingga kawasan GOR Haji Agus Salim dapat tertata lebih baik dan memberikan manfaat lebih luas.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk memahami situasi selama proses pengosongan dan pembangunan berlangsung. Dukungan dan kerja sama semua pihak dinilai penting demi terwujudnya fasilitas olahraga yang lebih baik di masa depan.
Dengan ditutupnya kawasan GOR Haji Agus Salim, warga yang biasa beraktivitas atau berolahraga di lokasi tersebut diimbau untuk sementara waktu mencari tempat alternatif.
Pemerintah daerah berharap pembangunan ini dapat meningkatkan kualitas infrastruktur olahraga di Sumatera Barat, sekaligus mendukung pembinaan atlet dan penyelenggaraan berbagai event olahraga ke depannya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menyampaikan proyek renovasi Stadion Haji Agus Salim terus bergerak menuju tahap pelaksanaan. Ia mendorong Pemerintah Provinsi Sumbar agar segera melakukan pembongkaran sebagai langkah awal pembangunan.
Pernyataan tersebut juga menjadi jawaban atas berbagai pertanyaan masyarakat terkait kepastian pembangunan stadion tersebut. Andre menjelaskan proses tender saat ini sudah memasuki tahap akhir dan dalam waktu dekat pemenangnya akan ditetapkan, sebelum memperoleh persetujuan dari Kementerian Pekerjaan Umum.
Ia menargetkan seluruh proses administrasi dapat rampung pada akhir Juni. Bahkan, kontraktor disebut telah siap memulai pekerjaan pada 1 Juli 2026, dengan catatan pembongkaran stadion telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi sebagai pemilik aset.
Namun demikian, rencana tender pembongkaran yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Juni mengalami penundaan tanpa kepastian waktu. Kondisi ini berpotensi memengaruhi target penyelesaian proyek secara keseluruhan.(da*)


