Notification

×

Iklan

DPR Tinjau Langsung Produksi Minyak Blok Rokan

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:22 WIB Last Updated 2026-06-19T23:22:00Z

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade memimpin langsung Kunjungan Kerja 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, memimpin langsung kunjungan kerja spesifik ke wilayah operasi Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang berada di Minas, Kabupaten Siak, Riau, pada Kamis (18/6/2026).

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan upaya peningkatan produksi minyak nasional berjalan sesuai dengan target pemerintah dalam mencapai kemandirian energi.

Agenda tersebut merupakan bagian dari Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 yang berlangsung pada 18–20 Juni 2026. Dalam kegiatan ini, Komisi VI DPR RI turut melibatkan mitra strategis, yakni Pertamina Hulu Energi (PHE) dan Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Rombongan dipimpin oleh Andre Rosiade selaku Ketua Tim, didampingi Wakil Ketua Komisi VI Adisatrya Suryo Sulisto serta sejumlah anggota lainnya, di antaranya Budi Sulistyono, GM Totok Hedisantosa, Firnando H. Ganinduto, Asep Wahyuwijaya, Imas Aan Ubudiah, Iskandar, Askweni, dan Achmad.

Setibanya di lokasi, tim disambut oleh Direktur Utama PHR, Muhamad Arifin, bersama jajaran manajemen. Dalam kesempatan tersebut, Arifin menyampaikan apresiasi atas kunjungan Komisi VI DPR RI yang ingin melihat langsung perkembangan operasional dan berbagai langkah peningkatan produksi di Blok Rokan.

Ia menegaskan bahwa dukungan DPR RI sangat penting dalam mendukung program strategis perusahaan untuk menjaga sekaligus meningkatkan produksi minyak nasional. Kunjungan ini juga menjadi momen bagi PHR untuk memaparkan capaian, tantangan, serta inovasi yang tengah dijalankan guna memperkuat ketahanan energi nasional.

Arifin menambahkan bahwa kehadiran Komisi VI menjadi motivasi bagi seluruh jajaran PHR untuk terus bekerja optimal demi mencapai target produksi yang telah ditetapkan pemerintah.

Sementara itu, Andre Rosiade menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar pengawasan rutin, tetapi juga untuk melihat secara langsung upaya konkret PHR dalam meningkatkan produksi minyak di tengah tantangan penurunan lifting migas.

Ia menyampaikan bahwa berbagai inovasi yang diterapkan PHR mulai menunjukkan hasil positif, termasuk penggunaan teknologi injeksi kimia yang dalam waktu sebulan terakhir berhasil menambah produksi. Khusus di Lapangan Minas, peningkatan produksi diperkirakan mencapai sekitar 2.000 barel per hari hingga akhir 2026.

Andre juga menjelaskan bahwa peningkatan ini merupakan bagian dari rencana besar untuk mengembalikan peran strategis Blok Rokan sebagai tulang punggung produksi minyak nasional.

Menurut proyeksi, produksi di wilayah Minas berpotensi mencapai 70 ribu barel per hari pada periode 2028–2029. Jika seluruh program berjalan sesuai rencana, target produksi Blok Rokan sebesar 400 ribu barel per hari pada 2034 dinilai realistis.

Ia juga mengungkapkan bahwa berbagai teknologi mutakhir yang digunakan dalam industri migas global telah diterapkan di Blok Rokan. Selain meningkatkan jumlah pengeboran secara signifikan, Pertamina juga terus mengembangkan inovasi berbasis teknologi untuk mengoptimalkan cadangan yang ada.

Jika sebelumnya pengeboran hanya puluhan sumur per tahun, kini meningkat menjadi ratusan sumur setiap tahun. Hal ini semakin memperkuat optimisme bahwa target produksi dapat tercapai.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi VI DPR RI juga menggelar diskusi mendalam dengan manajemen PHR terkait berbagai tantangan dalam pengembangan lapangan migas nasional. Andre menilai langkah yang dilakukan saat ini sudah berada di jalur yang tepat dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak.

Ia menegaskan bahwa peran DPR adalah mengawal serta memastikan seluruh program peningkatan produksi dapat berjalan maksimal, dengan harapan swasembada energi pada 2029 bisa terwujud sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Andre juga menyoroti pentingnya peningkatan produksi minyak dalam negeri, mengingat target lifting minyak nasional pada 2027 diperkirakan berada di kisaran 605 ribu hingga 620 ribu barel per hari.

Ia menilai pemerintah telah mengambil langkah strategis, termasuk mendorong hilirisasi dan penggunaan energi alternatif seperti biodiesel B50 guna mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak.

Menurutnya, keberhasilan PHR sangat berpengaruh terhadap ketahanan energi nasional, mengingat sekitar seperempat produksi minyak Indonesia berasal dari wilayah kerja Rokan. Oleh karena itu, setiap peningkatan produksi di blok tersebut akan memberikan dampak signifikan.

Andre menutup dengan menegaskan bahwa Komisi VI DPR RI akan terus memberikan dukungan penuh terhadap upaya yang dilakukan PHR. Blok Rokan dinilai sebagai aset strategis nasional yang harus terus diperkuat demi mewujudkan kemandirian energi Indonesia.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update