Notification

×

Iklan

BOR RSUP M. Djamil Hampir 90 Persen, Kapasitas Akan Diperluas

Kamis, 18 Juni 2026 | 07:45 WIB Last Updated 2026-06-18T00:45:00Z

Wali Kota Padang Fadly Amran menghadiri Forum Konsultasi Publik 

Padang, Rakyatterkini.com – Tingkat hunian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) di RSUP Dr. M. Djamil Padang yang hampir mencapai 90 persen menjadi indikator kuat bahwa kapasitas layanan rumah sakit tersebut sudah mendekati batas optimal dan perlu segera ditingkatkan.

Untuk menjawab kondisi tersebut, pemerintah bersama pihak terkait menyiapkan pendanaan berskala nasional guna memperluas dan memperkuat fasilitas RSUP Dr. M. Djamil yang selama ini menjadi rumah sakit rujukan utama di wilayah Sumatera bagian tengah.

Sebagai tahap awal, digelar Forum Konsultasi Publik terkait Studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) serta Environmental and Social Impact Assessment (ESIA). 

Kegiatan ini berlangsung di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang pada Rabu (15/6/2026), dengan mengedepankan prinsip keterbukaan dan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan.

Forum tersebut mempertemukan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, manajemen rumah sakit, perwakilan PT Kereta Api Indonesia (Persero), hingga masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi pembangunan, untuk membahas rencana pengembangan secara menyeluruh.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dovy Djanas, menyampaikan bahwa tingginya tingkat pemanfaatan layanan saat ini menjadi alasan utama perlunya penambahan fasilitas dan penguatan infrastruktur kesehatan. Ia juga menyebut rumah sakit tersebut masuk dalam delapan besar rumah sakit di Indonesia yang mendapatkan dukungan pendanaan strategis untuk pengembangan layanan kesehatan nasional.

“Total pendanaan yang kami peroleh sekitar Rp1 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan dua gedung baru, yakni Central Medical Unit dan gedung rawat inap,” jelasnya.

Ia menambahkan, proyek pengembangan ini telah disusun dalam rencana jangka waktu yang matang dan ditargetkan mulai dikerjakan pada pertengahan tahun 2027.

Dovy juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Padang atas dukungan yang diberikan dalam proses perizinan dan perencanaan proyek tersebut. Menurutnya, pengembangan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan tidak hanya untuk Sumatera Barat, tetapi juga wilayah Sumatera bagian tengah secara lebih luas.

Dari sisi pemerintah daerah, Wali Kota Padang, Fadly Amran, menilai pembangunan tersebut bukan hanya sekadar peningkatan fasilitas kesehatan, melainkan juga merupakan investasi besar yang sejalan dengan arah Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025–2045, yang menargetkan Padang sebagai kota perdagangan dan jasa unggulan.

Ia menegaskan bahwa masuknya investasi berskala besar di sektor kesehatan dapat memberikan dampak ekonomi signifikan, mulai dari perputaran ekonomi di sekitar kawasan rumah sakit hingga pembukaan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

“Salah satu tantangan yang masih kita hadapi adalah tingginya angka pengangguran, sehingga investasi seperti ini sangat dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Pemkot Padang, lanjutnya, berkomitmen penuh untuk mendukung kelancaran proyek tersebut dari tahap awal hingga selesai. Hal ini juga sejalan dengan visi menjadikan Padang sebagai kota pintar dan kota sehat.

Melalui sinergi antara pemerintah, sektor kesehatan, dan dukungan investasi, pengembangan RSUP Dr. M. Djamil diharapkan tidak hanya memperkuat layanan kesehatan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi berkelanjutan di ibu kota Sumatera Barat.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update