Padang, Rakyatterkini.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi bahwa wilayah Sumatera Barat masih berpeluang mengalami hujan dengan intensitas cukup tinggi selama sepekan ke depan, yakni pada periode 19 hingga 25 Juni 2026.
Meski sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau, kondisi atmosfer yang masih dinamis serta pengaruh faktor lokal tetap mendukung terbentuknya awan hujan di daerah tersebut.
BMKG mencatat, pada 16–18 Juni 2026 telah terjadi hujan dengan variasi intensitas mulai dari ringan hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Sumbar. Hujan lebat terpantau di beberapa daerah seperti Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Pasaman Barat. Sementara itu, hujan sangat lebat juga terjadi di Kota Padang dengan catatan intensitas tertinggi mencapai 104,0 mm per hari.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah dinamika atmosfer aktif, termasuk keberadaan lima pusat sirkulasi siklonik di wilayah perairan Indonesia yang membentuk zona pertemuan massa udara atau konvergensi. Situasi ini memperkuat proses pembentukan awan hujan di berbagai wilayah.
Di kawasan Sumbar, sirkulasi siklonik yang terpantau di Samudra Hindia bagian barat turut memperlambat pergerakan angin, sehingga menyebabkan akumulasi udara lembap di atmosfer. Hal ini semakin meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan.
Selain itu, fenomena Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby ekuatorial juga masih aktif dan diperkirakan bertahan dalam beberapa hari ke depan. Kedua fenomena ini berperan dalam meningkatkan pembentukan awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
BMKG memperkirakan kondisi cuaca di Sumbar pada pagi hari umumnya cerah berawan hingga berawan. Namun, pada sore hingga malam hari, peluang hujan ringan hingga sedang meningkat di banyak wilayah. Dalam kondisi tertentu, hujan dapat berkembang menjadi lebih intens dan disertai petir serta angin kencang sesaat akibat pertumbuhan awan Cumulonimbus.
Untuk periode 19–21 Juni 2026, daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan sedang meliputi Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Bukittinggi, Padang Pariaman, Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, Lima Puluh Kota, Solok, dan Solok Selatan.
Sementara pada periode 22–25 Juni 2026, potensi hujan dengan intensitas sedang diperkirakan terjadi di wilayah Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Pasaman, Lima Puluh Kota, Solok, dan Solok Selatan.
BMKG menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada indikasi peringatan dini untuk hujan lebat hingga sangat lebat maupun potensi angin kencang di wilayah Sumatera Barat. Meski demikian, masyarakat tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat, terutama yang berpotensi mengganggu aktivitas harian, transportasi, serta memicu bencana hidrometeorologi berskala lokal.(da*)


