Notification

×

Iklan

Avanza Tertabrak Kereta di Banuaran Padang, Tidak Ada Korban Jiwa

Senin, 15 Juni 2026 | 19:18 WIB Last Updated 2026-06-15T12:18:00Z

Perlintasan Tanpa Palang di Banuaran Kembali Makan Korban

Padang, Rakyatterkini.com – Sebuah kecelakaan kembali terjadi antara kereta api dan mobil Toyota Avanza di perlintasan rel tanpa palang pintu di kawasan Banuaran, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Senin (15/6) pagi. 

Meski insiden tersebut cukup menghebohkan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun mobil mengalami kerusakan berat di bagian depan.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 06.10 WIB di perlintasan rel Banuaran–Cendana Mata Air, Kelurahan Banuaran Nan XX. Saat kejadian, kondisi sekitar masih sepi dengan penerangan yang minim.

Mobil Toyota Avanza berwarna hitam bernomor polisi BA 2806 PIO dikendarai oleh Yulen Ndrawati (54) dengan seorang penumpang bernama Rinaldi (55). Keduanya diketahui melaju dari arah Perumahan Cendana Mata Air menuju kawasan Banuaran.

Ketika mobil melintasi rel, secara bersamaan kereta api datang dari arah Stasiun Bukit Putus menuju Stasiun Simpang Haru. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan pun tak terhindarkan. Lokomotif menghantam bagian depan mobil hingga terpental ke sisi kiri jalur rel.

Benturan keras tersebut membuat bagian depan Avanza ringsek parah. Beruntung, pengemudi dan penumpang berhasil selamat dan tidak mengalami luka serius.

Setelah menerima laporan kejadian, Bhabinkamtibmas Kelurahan Banuaran, Aipda Dian Wihendro Ratno, segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal serta mengamankan situasi di sekitar TKP.

Ia juga berkoordinasi dengan warga agar proses evakuasi kendaraan bisa berjalan lancar tanpa mengganggu perjalanan kereta api maupun arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Sementara itu, Kapolsek Lubuk Begalung, Kompol Robby Setiadi Purba, langsung menginstruksikan personel untuk mendatangi lokasi kejadian guna melakukan pengamanan dan membantu proses evakuasi.

Petugas kemudian mengatur lalu lintas, mengamankan area kejadian, serta membantu warga mengevakuasi mobil yang sempat terpental ke sisi rel. Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena posisi kendaraan yang sulit dijangkau.

Sekitar pukul 08.30 WIB, mobil akhirnya berhasil dievakuasi dan kemudian dibawa oleh pemiliknya ke bengkel untuk diperbaiki.

Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya keselamatan di perlintasan sebidang kawasan Banuaran yang belum memiliki palang pintu. Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera memasang pengaman guna mencegah kecelakaan serupa terulang kembali.

Hingga kini, kondisi di lokasi telah kembali normal. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat melintasi rel kereta api tanpa pengaman.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update