Notification

×

Iklan

Bank Mandiri Resmi Jadi Peserta Langsung CIPS

Senin, 15 Juni 2026 | 19:45 WIB Last Updated 2026-06-15T12:45:00Z

Peresmian keanggotaan Bank Manidir 

Jakarta, Rakyatterkini.com– Bank Mandiri resmi menjadi satu-satunya bank asal Indonesia yang tergabung sebagai Direct Participant dalam Cross-Border Interbank Payment System (CIPS), yakni sistem pembayaran internasional berbasis mata uang Renminbi (RMB) yang berada di bawah pengelolaan People’s Bank of China (PBoC).

Peresmian keikutsertaan ini dilakukan dalam acara peluncuran di Shanghai, China, pada 11 Juni 2026. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Gubernur Bank Sentral China Pan Gongsheng, Chairman CIPS Wang Hongbo, serta Direktur Operations Bank Mandiri Timothy Utama.

Bergabungnya Bank Mandiri sebagai peserta langsung CIPS semakin mengukuhkan posisinya sebagai satu-satunya bank nasional yang memiliki akses langsung ke salah satu infrastruktur pembayaran global utama. Hal ini sekaligus memperluas layanan transaksi lintas negara untuk mendukung peningkatan aktivitas perdagangan dan investasi antara Indonesia dan China.

Langkah ini juga merupakan tindak lanjut dari penguatan kerja sama ekonomi bilateral yang sebelumnya diinisiasi oleh Bank Indonesia dan People’s Bank of China.

Dengan koneksi langsung ke CIPS, Bank Mandiri kini mampu menyediakan layanan transaksi berbasis RMB yang lebih cepat, transparan, serta aman bagi pelaku usaha, investor, maupun nasabah korporasi di kedua negara.

Direktur Operations Bank Mandiri, Timothy Utama, menyampaikan bahwa pencapaian ini menjadi strategi penting dalam meningkatkan kemampuan layanan transaksi internasional, sekaligus mempertegas komitmen perseroan dalam mendukung hubungan ekonomi Indonesia-China yang semakin erat.

Ia menambahkan, keikutsertaan sebagai Direct Participant memungkinkan Bank Mandiri menghadirkan layanan transaksi RMB yang lebih efisien dan andal, serta mendorong pertumbuhan perdagangan dan investasi kedua negara.

Dengan status tersebut, Bank Mandiri kini memiliki akses langsung ke jaringan pembayaran internasional berbasis RMB, sehingga proses transaksi menjadi lebih sederhana dibandingkan metode konvensional. Integrasi ini juga membantu mengurangi kompleksitas antarbank serta meningkatkan kepastian penyelesaian transaksi lintas negara.

Nasabah pun dapat menikmati pengalaman transaksi internasional yang lebih optimal, terutama untuk kebutuhan perdagangan, investasi, hingga aktivitas treasury dengan mitra di China.

Tak hanya meningkatkan kecepatan dan keamanan, Bank Mandiri juga memperluas fleksibilitas layanan transaksi RMB, termasuk melalui penambahan waktu operasional untuk pengiriman dana internasional.

Menurut Timothy, pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran Bank Mandiri sebagai mitra keuangan terpercaya bagi pelaku usaha global, dengan menghadirkan solusi inovatif di tengah semakin terhubungnya ekonomi dunia.

Kemampuan ini juga mendukung implementasi Local Currency Transaction (LCT) antara Indonesia dan China, khususnya dalam transaksi perdagangan dan investasi.

Sebagai salah satu mitra dagang utama Indonesia, China memiliki peran penting sehingga kebutuhan akan sistem pembayaran lintas negara yang efisien dan aman menjadi semakin krusial. Bank Mandiri optimistis integrasi ini akan memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha yang aktif menjalin kerja sama bisnis dengan China.

Ke depan, Bank Mandiri berkomitmen untuk terus memperluas kerja sama dengan mitra global, mengembangkan layanan berbasis RMB, serta memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi keuangan terdepan untuk transaksi internasional.

Melalui inovasi berkelanjutan, Bank Mandiri juga berupaya mendukung pertumbuhan ekonomi nasional serta mempererat kerja sama regional yang inklusif dan berkelanjutan.

Timothy menutup dengan keyakinan bahwa konektivitas finansial yang semakin kuat akan membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi, sekaligus meningkatkan integrasi Indonesia dalam ekosistem ekonomi global.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update