Padang, Rakyatterkini.com – Kegiatan Jambore Suporter Sumatra Barat (Sumbar) 2026 berlangsung sukses selama tiga hari, dari 12 hingga 14 Juni 2026. Acara ini diikuti oleh 55 peserta yang merupakan perwakilan kelompok suporter dari berbagai daerah di Sumbar. Rangkaian kegiatan mencakup sesi pembekalan di Favehotel Padang serta aktivitas luar ruang di Pantai Air Manis.
Pembukaan acara dilakukan oleh Kepala Bidang Kepemimpinan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar, Sandi Waldi, bersama Anggota DPRD Sumbar, Verry Mulyadi.
Sandi Waldi menyampaikan bahwa jambore ini tidak sekadar menjadi ajang berkumpulnya para suporter, tetapi juga bertujuan membangun karakter, meningkatkan jiwa kepemimpinan, serta memperluas wawasan organisasi bagi generasi muda.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pembinaan yang lebih mendalam, bukan hanya menghadirkan keramaian, melainkan juga membekali peserta dengan nilai-nilai kepemimpinan dan kemampuan berorganisasi.
Program ini merupakan bagian dari Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Gerindra, Verry Mulyadi. Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan kepemudaan, manajemen organisasi, serta pengembangan budaya suporter yang positif.
Dalam sambutannya, Verry menyoroti pentingnya peran suporter dalam mendukung pembangunan daerah. Ia menilai komunitas suporter memiliki potensi besar untuk berkontribusi melalui kreativitas, kegiatan sosial, serta dukungan terhadap kemajuan olahraga.
Menurutnya, ada tiga aspek utama yang perlu dikembangkan oleh generasi muda dalam dunia suporter. Pertama, meningkatkan kreativitas melalui industri kreatif seperti produksi merchandise dan konten digital. Kedua, berperan sebagai agen perubahan sosial lewat kegiatan kemanusiaan. Ketiga, menjadi pendukung yang menjunjung tinggi sportivitas dan loyalitas terhadap tim daerah.
Kegiatan Jambore Suporter Sumbar 2026 resmi ditutup oleh Kepala Dispora Sumbar, Mahdianur. Dalam arahannya, ia mengajak seluruh peserta untuk menjadi suporter yang aktif, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Mahdianur menekankan bahwa peran suporter tidak hanya terbatas pada dukungan di stadion, tetapi juga harus mampu menjadi penggerak ekonomi serta agen perubahan sosial di lingkungan sekitar.
Ia juga menyinggung rencana pembangunan Stadion Utama H. Agus Salim. Menurutnya, dukungan dari komunitas suporter sangat dibutuhkan, baik dalam proses pembangunan maupun dalam menjaga fasilitas olahraga tersebut sebagai aset daerah.
Mahdianur berharap, dengan adanya stadion yang lebih representatif ke depan, Sumatra Barat dapat siap menjadi tuan rumah berbagai ajang sepak bola berskala internasional.
Melalui jambore ini, Dispora Sumbar berharap terjalin kerja sama yang lebih solid antar komunitas suporter, sehingga tercipta budaya dukungan yang positif, damai, serta mampu mendorong perkembangan sepak bola di Ranah Minang.(da*)


