Jakarta, Rakyatterkini.com – Gunung Lewotobi Laki-laki yang berada di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali mengalami erupsi pada Senin (15/6/2026) sekitar pukul 10.28 WITA. Letusan tersebut menghasilkan kolom abu yang terlihat naik hingga kurang lebih 800 meter dari puncak gunung.
Informasi mengenai aktivitas vulkanik ini disampaikan oleh petugas pengamat gunung api, Herman Yosef S. Mboro. Dari hasil pemantauan, kolom erupsi diperkirakan mencapai ketinggian sekitar 2.384 meter di atas permukaan laut.
Badan Geologi melaporkan bahwa abu vulkanik yang keluar tampak berwarna kelabu dengan tingkat kerapatan yang cukup tebal. Arah penyebarannya bergerak ke wilayah barat hingga barat laut. Selain itu, aktivitas letusan juga terekam melalui alat seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 29,6 milimeter dan berlangsung selama 52 detik.
Menanggapi kejadian ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mengeluarkan sejumlah imbauan keselamatan bagi masyarakat, termasuk wisatawan yang berada di sekitar gunung. Warga diminta untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi guna menghindari risiko bahaya.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya. Pemerintah daerah diharapkan terus menjalin koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki yang berada di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, serta dengan PVMBG di Bandung.
Di samping ancaman letusan, warga juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan, terutama jika terjadi curah hujan tinggi di sekitar puncak gunung. Beberapa wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.(da*)


