Jakarta, Rakyatterkini.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan melaporkan sebanyak 1.500 titik panas (hotspot) terpantau di wilayah Sumatera Selatan sepanjang 1 Januari hingga 14 Juni 2026.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menyampaikan sebaran hotspot tersebut mencakup seluruh kabupaten dan kota, dengan konsentrasi terbesar berada di daerah yang selama ini dikenal rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan hingga pertengahan Juni 2026, jumlah hotspot mencapai 1.500 titik. Data tersebut terus diperbarui sebagai bagian dari langkah deteksi dini dan upaya pencegahan karhutla.
Dari catatan BPBD, Kabupaten Muara Enim menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni 302 titik. Angka ini menunjukkan tren peningkatan sejak Februari dan melonjak cukup tajam pada periode Mei hingga pertengahan Juni.
Selanjutnya, Kabupaten Lahat menempati posisi kedua dengan 283 titik panas. Diikuti oleh Musi Banyuasin dengan 167 titik, Musi Rawas Utara sebanyak 155 titik, serta Musi Rawas dengan 128 titik.
Sementara itu, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) masing-masing mencatat 82 hotspot. Kabupaten Banyuasin memiliki 55 titik, Ogan Komering Ulu (OKU) 52 titik, dan OKU Timur juga mencatat jumlah yang sama.
Untuk wilayah kota, Prabumulih mencatat 26 hotspot, Lubuk Linggau 12 titik, Palembang 10 titik, serta Pagar Alam sebanyak empat titik.
BPBD juga mencatat adanya peningkatan jumlah hotspot sejak April 2026. Pada Januari terdeteksi 75 titik, Februari 54 titik, Maret 107 titik, dan April 150 titik. Angka tersebut kemudian melonjak signifikan menjadi 708 titik pada Mei, dan hingga pertengahan Juni tercatat 406 titik.
Sudirman menegaskan lonjakan hotspot pada Mei hingga Juni menjadi perhatian serius karena berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah yang memang rentan terhadap karhutla.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Sumsel bersama TNI, Polri, Manggala Agni, Dinas Kehutanan, serta pemerintah daerah terus menggencarkan patroli darat dan udara, memperkuat pemantauan hotspot, serta melakukan edukasi kepada masyarakat.
Selain itu, kesiapan personel dan peralatan pemadaman juga terus ditingkatkan untuk menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau.
BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena berisiko memicu kebakaran yang lebih luas dan berdampak buruk terhadap lingkungan serta kesehatan.
Sudirman juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan jika menemukan titik api agar dapat segera ditangani.(da*)


