Padang, Rakyatterkini.com – SMAN 8 Padang resmi membuka pendaftaran siswa baru untuk program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tahun ajaran 2026/2027.
Program ini diperuntukkan bagi remaja berusia 16 sampai 18 tahun yang belum melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA.
Kepala SMAN 8 Padang, Berry Devanda, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat untuk menekan jumlah anak yang tidak bersekolah di Indonesia.
Ia menyebutkan, secara nasional hanya ada 20 sekolah yang ditunjuk menjalankan program ini, dan di Sumatera Barat, SMAN 8 Padang menjadi satu-satunya sekolah yang dipercaya.
Program PJJ ini menyasar lulusan SMP yang tidak melanjutkan pendidikan, baik karena faktor ekonomi, sudah bekerja, maupun kendala jarak yang jauh dari sekolah.
Namun, program ini tidak menerima lulusan SMP tahun 2026. Prioritas diberikan kepada remaja yang sudah lebih dulu putus sekolah dan belum sempat melanjutkan pendidikan formal.
Dalam pelaksanaannya, sistem belajar dirancang fleksibel agar tidak mengganggu aktivitas peserta didik yang sudah bekerja. Skema pembelajaran terdiri dari 70 persen daring dan 30 persen kegiatan sinkronus.
Kegiatan sinkronus tersebut meliputi pembelajaran secara virtual maupun tatap muka langsung pada waktu tertentu.
Menurut Berry, konsep pembelajaran ini dibuat mirip dengan sistem universitas terbuka, sehingga peserta didik dapat menyesuaikan waktu belajar dengan kondisi masing-masing.
Sebagai contoh, siswa dari daerah seperti Dharmasraya tetap bisa bekerja di pagi hari, lalu mengikuti pembelajaran atau mempelajari materi pada malam hari.
Ia menegaskan bahwa fleksibilitas waktu menjadi keunggulan utama program ini, sehingga pendidikan tetap dapat diakses oleh siapa saja tanpa terkendala pekerjaan.
Program PJJ ini berlangsung selama tiga tahun. Setelah lulus, peserta didik akan mendapatkan ijazah resmi dari SMAN 8 Padang yang setara dengan siswa reguler.
Berry menilai program ini menjadi langkah awal dalam mengurangi angka anak tidak sekolah, khususnya di Sumatera Barat.
Saat ini, pendaftaran masih dibuka hingga Agustus 2026. Meski baru berjalan, program tersebut sudah menarik minat banyak calon peserta, bahkan dari luar wilayah Sumatera Barat.(da*)


